Friday, June 13

Pawai Pengacara Memasuki Kota Islamabad


Pawai pengacara yang melibatkan aliansi pengacara di Pakistan berarak memasuki kota Islamabad, ibu kota negara yang menjadi tujuan akhir dari long march tersebut, jalur jalan raya yang menuju kawasan Constitution Avenue sampai daerah Diplomatic Enclave dalam pengawasan dan pengamanan ketat oleh aparat kepolisian maupun militer. Properti pemerintahan yang berada disekitar panggung orasi ditutup terpal dalam pengamanan ketat, karena biasanya jika sampai kerusuhan terjadi paska orasi demonstran akan menyerbu gedung-gedung pemerintahan dan merusak atribut-atribut traffic.

Mulai kemarin pengamanan super ketat memang telah dipersiapkan oleh pemerintahan federal, demi menjaga keamanan yang kelancaran aksi long march ini, hanya kita tetap tidak bisa menjamin seberapa amankah prosesinya.

Yang sering terjadi jika ada aksi demonstrasi pada hari Jum'at seringkali berakhir dengan kerusuhan, aksi pengacara terdahulu juga pernah disambut dengan bom bunuh diri, bom di Abpara market paska Lal-masjid juga terjadi setelah usai Jum'atan, entah mungkin ada kesakralan tersendiri bagi pembawa bom bunuh diri jika berhasil meledakkannya di hari Jum'at, karena dia dapat disebut martyr. Anyhow, terlepas dari itu semua, paling aman mending menghindari dari keramaian tersebut.

Yel-yel penyambutan ramai menyambut kedatangan rombongan tersebut, tapi dalam hati kita agak miris melewati keramaian tersebut, apalagi dengan anak-anak berada disamping kita. Terakhir kita melintasi kawasan perempatan Abpara Market dimana spanduk-sanduk, bendera-bendera dan kerumunan orang berjejer dipinggir jalan utama, sambil menyerukan berbagai macam tuntutan pada pemerintah, mulai masalah listrik, pemotongan subsidi, harga minyak dan bahan kebutuhan pokok yang melambung tinggi, hingga tuntutan restorasi judisial dan pengembalian Iftikhar Choudry pada post semula, sebagai petinggi Mahkamah Agung.

Hari ini tidak habis-habisnya semua stasion televisi lokal menyorot aksi tersebut, penggalangan massa yang bukan pro presiden Musharraf terjadi hampir disetiap kisi kota agar berkumpul didepan gedung parlemen. Bagi kita segelintir orang asing yang tinggal di kota Islamabad, hanya berharap semoga aksi ini dapat berjalan dengan aman tanpa ada kejadian yang tidak diinginkan.

Pawai Pengacara Memasuki Kota Islamabad

Link

Thursday, June 12

Ketika Lembaga Judisial Dibungkam


Hari ini kawasan kota Islamabad diblokir, demo para praktisi judisial yang menuntut restorasi judisial dan pembebasan para jaksa yang menjadi tahanan rumah setelah diberlakukannya PCO (Provisional Constitution Order) oleh presiden Musharraf beberapa waktu lalu, sebelum diberlakukannya status darurat militer.

Hari ini, ruas jalan utama pusat pemerintah diblokir oleh kendaraan-kendaraan kontainer, mungkin kalau jika barikade sudah tidak mempan, jadi yang dibuat tameng kontainer. Kantor-kantor kedutaaan asing banyak yang meliburkan diri meskipun libur fakutatif. Sarana transportasi umum juga terlihat lengang dan aktifitas ekonomi hanya menggeliat seperti biasa. Ketika situasi seperti ini memang riskan sekali untuk orang asing mengunjungi tempat-tempat tongkrongan yang biasa jadi tempat ngumpulnya orang asing, mungkin lebih baik dan mungkin paling aman tinggal dirumah berdiam diri sambil memantau keadaan lewat stasiun berita lokal yang berbahasa ingris. Terakhir pemboman disebuah restoran Itali dikawasan Super market memberi pelajaran bagi orang asing untuk sedapat mungkin menghindari tempat magangnya warga asing. Karena memang konsumen restoran ini kebanyakan warga asing yang tinggal di Islamabad.

Mungkin aksi-aksi pemboman bunuh diri, penembakan sudah tidak asing lagi ditelinga kita yang tinggal di Pakistan, bagi kami sekeluarga jika akan ada aksi demonstrasi massa, kita lebih memilih untuk tinggal diam, karena yang sering terjadi aksi demonstrasi berakhir dengan kerusuhan atau bisa jadi akan bom bunuh diri, yang mungkin korbannya tidak hanya para demonstran tersebut tapi bisa jadi orang yang hanya numpang lewat.

Pengepungan Masjid Merah (Lal Masjid) pada musim panas tahun lalu memberikan banyak pelajaran bagi kami yang tinggal di negara konflik ini, agar kita selalu waspada dengan aksi-aksi massa, antisipasi yang paling utama biasanya kita akan mencukupi kebutuhan pokok kita secukupnya, susu anak-anak, air minum dan kebutuhan lainnya. Kerusuhan Masjid merah yang berakhir dengan pengepungan masjid merah, diberakukannya curfew sehingga kita sama sekali tidak bisa keluar dari rumah, demi menjaga keamanan warga setempat. Padahal cadangan bahan pangan, air minum dan susu anak-anak pada menipis, walhasil akhirnya takaran susu dikurangi agar esoknya masih tetap bisa mengkonsumsi, meski pada akhirnya ada relaksasi curfew, sehingga untuk masa 2-3 jam kita bisa keluar, belanja secukupnya dan kembali lagi kerumah. But that's not the end, pengepungan, baku tembak dentuman meriam yang menggetarkan kaca-kaca rumah dan membuat alarm mobil menjerit-jerit, hampir terdengar nyaring setiap hari setelah lewat jam 12 malam hingga pagi menjelang, jadi hampir tiap malam kita tidak tidur. Curfew dibuka kembali akhirnya kami memutuskan untuk mengungsi ke KBRI selama hampir satu minggu, karena alasan anak-anak, bahkan warga Iran yang tinggal disamping rumah kita juga pindah rumah setelah kejadian tersebut. Kembali dari pengungsian di KBRI bukan membuat hilang trauma kami, hampir tiap shubuh begitu adzan berkumandang kita tersentak terbangun seperti masih saja mendengar dentuman suara meriam. ( karena tiap hari pemboman terjadi begitu adzan shubuh berkumandang) mungkin pengepungan ditutup dengan pemboman kali ya…J

Dan hari ini aksi demo akan digelar oleh para lawyer, restorasi ini banyak sekali dampaknya, bisa jadi jika tuntutan restorasi judisial dikembalikan mungkin kepresidenan Musharraf akan digugat, kasus suami mendiang Benazir Bhutto akan diusut dan mungkin negara akan kembali deadlock. Perundingan dua jawara pemenang pemilu lalu (PML-N-Nawas Sharif- dan PPP-Benazir-), berakhir deadlock sehingga koalisi yang terbentuk bubar, rakyat kembali tidak percaya dengan janji-janji pemilu, dengan presiden sudah menanggalkan kemiliterannya tentu tidak semudah itu dia menggunakan tangan besinya memberikan komando militer seperti yang dilakukan pada Lal Masjid (masjid merah) musim panas lalu, sementara penguasa sipil tidak cukup tangkas untuk mengantisipasi perbedaan. Pada teorinya, menurut huntington, jika penguasa sipil tidak bisa mengantisipasi keadaan, suatu negara akan rentan sekali kembali dipegang oleh militer, we'll wait and see what would be the next end? Still another military coup might emerge as a result of national unrest.

Saturday, June 7

Happy Birthday Hilda

Empat tahun tidak terasa membesarkanmu, tidak terasa hari ini genap sudah empat tahun umurmu, ada doa dan harapan yang selalu terpanjatkan untukmu, semoga kelak harimu menjadi lebih cerah dari yang orang tuamu rasakan saat ini. Menjadi anak yang luhur budi pekertinya, penyayang dan selalu dekat dengan yang Kuasa.

Empat tahun perjalanan hidupmu nak, masih banyak pe er yang harus Ibu ajarkan untukmu, masih banyak rahasia kehidupan yang satu persatu harus ibu ceritakan semuanya padamua, dengan harapan agar kelak semua itu tidak akan membuatmu heran dan menyalahkan ibumu "kenapa dulu tidak ibu ajarkan dan ceritakan semua ini, sehingga aku tidak menjadi orang kampungan yang tidak mengerti apa-apa".

Empat tahun perjalanan hidupmu nak, jikalau Allah menghendaki dijadikannya engkau anak yang cerdas dan pintar, semua itu adalah keberuntungan yang diberikan Allah padamu, tapi jangan sampai menutup keinginanmu untuk tetap belajar, apapun itu, belajar dari siapa saja dan dari apapun disekelilingmu yang akan membuatmu belajar dan dapat mengambil pelajaran, karena dengan belajar akan menambah wawasanmu, mendewasakan kepribadianmu dan melapangkan hatimu.

Empat tahun perjalanan hidupmu nak, banyak ilmu yang ibu dapatkan selama mengasuhmu, menemanimu bermain dan berbicara, karenamu ibu belajar untuk menjadi orang tua, belajar menyayangi dan mencintai tanpa pamrih apapun, belajar memahami bahwa suatu keluarga adalah kesatuan kerjasama yang saling memahami, tenggang rasa dan tanggungjawab, diatas semua itu adalah keikhlasan untuk menerima apa adanya.

Ulang tahunmu yang keempat ini, semoga panjang umur, semakin dapat menyayangi adikmu yang kelak akan menjadi temanmu bermain dan bercerita, semakin menjadi anak yang taat dan patuh pada orang tua juga pada Allah dan kelak semoga menjadi anak yang berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa. Amien ya Rabb…

Tuesday, June 3

Anarkisme Atas Nama Agama

Tragedi 1 Juni di Monas kembali membangunkan menyadarkan kita akan pentingnya kita menghormati perbedaan pendapat. berdalih atas nama amar ma'ruf nahi mungkar tapi kelakuan tidak seperti pembela kebenaran, lambat laun masyarakat Islam kita akan kehilangan simpati jika penerapan amar akruf yang sedemikian

Selama ini sudah berapa perusakan yang didalangi aliansi kebenaran yang menamakan dirinya Front Pembela Islam, jika pada prakteknya malah meresahkan masyarakat kenapa pemerintah tetap melindungi, bahkan nyaris tidak ada kelanjutan dari aksi aksi terdahulu. Yang terakhir persitiwa di monas kemaren justru dari aparat kepolisian kurang tegas menanggapinya.

Jika Indonesia adalah negara hukum, kenapa harus ada hukum diatas hukum yang memperbolehkan aliansi tertentu untuk menegakkan hukumnya diluar undang-undang yang mengatur hukum Indonesia. Kalau memang mereka ingin menjalankan kebenaran, kenapa mesti dengan cara perusakan, dan memaksakan kehendak sehingga ujungnya semakin membuat resah masyarakat.

Saatnya aparat pemerintah bertindak tegas dalam kasus ini, tanpa ketegasan pemerintah menyikapi kasus ini, lambat laun peraturan perundang-undangan kita tidak akan ada artinya yang artinya tidak memberi perlindungan bagi masyarakatnya. Sebaliknya akan semakin memperburuk citra Indonesia sebagai negara hukum.