Ramadhan kali ini agak berbeda dengan ramadhan tahun lalu, awal September terbilang masih musim panas, kita puasa dari sejak pukul lima pagi hingga maghrib berkumandang pada jam 7.45, mungkin kalau lapar saja tidak terlalu, hanya hausnya bukan main, apalagi ditambah udara yang masih lembab sekali, sehingga keringat mengucur terus sampe kadang bikin kita lemes. Tapi ada kekuatan dibalik itu semua, karena dari situ perasaan kita tergugah untuk bisa tetap bertahan dibawah terik panas.
Memasuki sepuluh hari pertama bulan ramadhan kali ini, miracle datang, hujan es mengguyur kawasan Islamabad dan sekitarnya sehingga udara yang tadinya tidak nyaman karena sangta lembab, berganti drastis hanya dalam hitungan jam, begitu selepas hujan udara mulai sejuk kembali.
Apa istimewanya bulan Ramadhan, mungkin ada istimewanya bagi saya bulan ramadhan kali ini saya bersyukur dapat turut serta berpuasa, karena tahun lalu sebulan saya terpaksa cuti puasa selepas melahirkan anak kami yang kedua. Tidak terasa setahun sudah berlalu dan anak kami kini sudah genap berusia satu tahun, semoga panjang umur dan menjadi anak yang sholihah, berbakti pada orang tua berguna bagi nusa dan bangsa. amien...
Sunday, August 31
Tuesday, August 26
The Failure of Coalition
Setelah resmi mundurnya Presiden Musharraf beberawa waktu lalu, kondisi politik Pakistan tidak kemudian smooth seperti banyak yang diperkirakan orang, ternyata tarik ulur partai-partai besar semakin menambah ketidak menentuan arah pemerintan Pakistan yang akan datang, hal itu terjadi setelah Asif Zardari menominasikan dirinya sebagai presiden pengganti Musharraf.
Kemunculan Asif Zardari untuk duduk di kursi kepresidenan berakhir pada pecahnya koalisi partai besar pemegang tampuk kekuatan parlemen, besar kemungkinan jika Asif memaksakan diri menjabat sebagai kepresidenan akan semakin membuat nama besar PPP-nya mendiang Benazir Bhutto akan terpuruk, karena pertama Asif Zardari bukan seorang politisi murni dan kedua, terlalu banyak kasus yang belum terpecahkan jika Asif Zardari memaksakan untuk naik ke kursi kepresidenan.
Koalisi dua partai besar (PPP-PML-N) yang beberapa waktu lalu sepakat untuk mengajukan proses impeachment atas Presiden Musharraf akhirnya berakhir, banyak pengamat yang sepakat bahwa koalisi tersebut lambat laun akan cepat berakhir, Nawas Sharif yang ngotot tetap pada keinginan untuk restorasi lembaga judisial, menggagalkan NRO (National Reconcilition Ordinance) yang disitu memaafkan semua kesalahan Asif Zardari, sementara di lain pilhak Zardari akan terancam kredibilitasnya nama baiknya.
Tanggal 29 Agustus ini, persatuan para praktisi hukum akan kembali turun ke jalan, kembali menuntut pemerintah untuk restorasi lembaga judisial seperti sediakala sehingga kekuatan hukum tetap supreme dan dapat selalu dijadikan landasan utama dalam pengambilan keputusan.
Hal tersebut mengingatkan saya pada pepatah orang-orang politik yang sering diikatakan dosen saya ketika masih kuliah dulu, dia selalu mengatakan "the enemy of my enemy is my friend", dan akan selalu demikian, saat ini mungkin PML-N sedang melirik partai lain yang dapat dijadikan partner koalisi selanjutnya. Dan hal ini semakin memperburuk keadaan, karena ketidakmenentuan kepemimpinan ini akan menjadi lahan empuk untuk munculnya ketidakstabilan nasional. God Knows....
Kemunculan Asif Zardari untuk duduk di kursi kepresidenan berakhir pada pecahnya koalisi partai besar pemegang tampuk kekuatan parlemen, besar kemungkinan jika Asif memaksakan diri menjabat sebagai kepresidenan akan semakin membuat nama besar PPP-nya mendiang Benazir Bhutto akan terpuruk, karena pertama Asif Zardari bukan seorang politisi murni dan kedua, terlalu banyak kasus yang belum terpecahkan jika Asif Zardari memaksakan untuk naik ke kursi kepresidenan.
Koalisi dua partai besar (PPP-PML-N) yang beberapa waktu lalu sepakat untuk mengajukan proses impeachment atas Presiden Musharraf akhirnya berakhir, banyak pengamat yang sepakat bahwa koalisi tersebut lambat laun akan cepat berakhir, Nawas Sharif yang ngotot tetap pada keinginan untuk restorasi lembaga judisial, menggagalkan NRO (National Reconcilition Ordinance) yang disitu memaafkan semua kesalahan Asif Zardari, sementara di lain pilhak Zardari akan terancam kredibilitasnya nama baiknya.
Tanggal 29 Agustus ini, persatuan para praktisi hukum akan kembali turun ke jalan, kembali menuntut pemerintah untuk restorasi lembaga judisial seperti sediakala sehingga kekuatan hukum tetap supreme dan dapat selalu dijadikan landasan utama dalam pengambilan keputusan.
Hal tersebut mengingatkan saya pada pepatah orang-orang politik yang sering diikatakan dosen saya ketika masih kuliah dulu, dia selalu mengatakan "the enemy of my enemy is my friend", dan akan selalu demikian, saat ini mungkin PML-N sedang melirik partai lain yang dapat dijadikan partner koalisi selanjutnya. Dan hal ini semakin memperburuk keadaan, karena ketidakmenentuan kepemimpinan ini akan menjadi lahan empuk untuk munculnya ketidakstabilan nasional. God Knows....
Wednesday, August 20
Resepsi Diplomatik
Dirgahayu Republik Indonesia bagi kalangan KBRI adalah moment untuk ajang promosi budaya dan wadah untuk mempererat hubungan diplomatik, baik dengan negara yang ditempati atau dengan para utusan-utusan asing lainnya. Karena dalam setiap HUT kemerdekaan selalu diadakan apa itu yang disebut dengan resepsi kenegaraan, dengan undangan pada pejabat-pejabat diplomatik, negara-negara sahabat.
Misi diplomasi sangatlah berbeda di masing-masing KBRI kita, seperti layaknya di Pakistan sudah hampir ada dua tahun lebih seorang Dubes belum jelas akan dikirim ke Pakistan, hal tersebut semakin mengendorkan hubungan bilateral dengan negara yang bersangkutan, sehingga memperngaruhi semua sektor, export import, yang meskipun tinggi nilai ekspor Indonesia dibanding dengan import kita dari Pakistan, tapi sepertinya gregetnya tidak menunjukkan kepada suatu event yang extraordinary, hanya itu-itu saja.
Dan esok akan diadakan resepsi diplomatik yang diadakan di sebuah hotel yang katanya termewah di Islamabad, menghabiskan dana ribuan dollar, entah..misi diplomasi apa yang akan didapat dari jamuan tersebut, apakah akan melahirkan input positif dari para undangan yang datang, atau hanyalah seperti undangan diplomatik seperti kebanyakan, yang tamu hanya saling say hello dengan sesama orang yang dikenalnya tanpa berusaha untuk mengepakkan sayap networking demi menjangkau relasi dan lobi yang lebih kuat.
Misi diplomasi sangatlah berbeda di masing-masing KBRI kita, seperti layaknya di Pakistan sudah hampir ada dua tahun lebih seorang Dubes belum jelas akan dikirim ke Pakistan, hal tersebut semakin mengendorkan hubungan bilateral dengan negara yang bersangkutan, sehingga memperngaruhi semua sektor, export import, yang meskipun tinggi nilai ekspor Indonesia dibanding dengan import kita dari Pakistan, tapi sepertinya gregetnya tidak menunjukkan kepada suatu event yang extraordinary, hanya itu-itu saja.
Dan esok akan diadakan resepsi diplomatik yang diadakan di sebuah hotel yang katanya termewah di Islamabad, menghabiskan dana ribuan dollar, entah..misi diplomasi apa yang akan didapat dari jamuan tersebut, apakah akan melahirkan input positif dari para undangan yang datang, atau hanyalah seperti undangan diplomatik seperti kebanyakan, yang tamu hanya saling say hello dengan sesama orang yang dikenalnya tanpa berusaha untuk mengepakkan sayap networking demi menjangkau relasi dan lobi yang lebih kuat.
Monday, August 18
Musharraf Resign
Setelah beberapa waktu proses impeachment mengalami maju mundur, dikarenakan presiden menolak untuk mengundurkan diri, bahkan sempat beberapa kalangan memprediksikan akan terjadinya kudeta baru karena penolakan presiden ini.
Tetapi rupanya setelah desakan dari sana sini, hari ini Presiden Musharraf resmi mengumumkan kemunduran dirinya dari jabatan kursi kepresidenan. Sebuah langkah tepat untuk menghindar dari suasana yang mungkin dapat lebih buruk. Hari ini juga setelah sekian lama kekuatan parleman yang selama ini dibatasi, kali ini kembali ke posisi semula, sebagai kekuatan yang berfungsi kembali sebagai penjaga gawang sistem check and balance.
Rupanya kejadian ini telah banyak dinanti-nantikan oleh banyak kalangan, sehingga hari ini dibeberapa kota besar terlihat aksi pesta pora rakyat yang membagi-bagikan sweet sebagai tanda kegembiraan, layaknya kemenangan partai atas pemilu. Mungkin benar, rakyat Pakistan sendiri sudah terlalu capek pada keadaan yang tidak menentu, pada ketidaksatabilan kondisi politik keamanan, ditambah jatuhnya nilai tukar mata uang lokal, sehingga semakin kian memperburuk keadaan.
Hope future would become more stable and much more prosper for the people of Pakistan.
Tetapi rupanya setelah desakan dari sana sini, hari ini Presiden Musharraf resmi mengumumkan kemunduran dirinya dari jabatan kursi kepresidenan. Sebuah langkah tepat untuk menghindar dari suasana yang mungkin dapat lebih buruk. Hari ini juga setelah sekian lama kekuatan parleman yang selama ini dibatasi, kali ini kembali ke posisi semula, sebagai kekuatan yang berfungsi kembali sebagai penjaga gawang sistem check and balance.
Rupanya kejadian ini telah banyak dinanti-nantikan oleh banyak kalangan, sehingga hari ini dibeberapa kota besar terlihat aksi pesta pora rakyat yang membagi-bagikan sweet sebagai tanda kegembiraan, layaknya kemenangan partai atas pemilu. Mungkin benar, rakyat Pakistan sendiri sudah terlalu capek pada keadaan yang tidak menentu, pada ketidaksatabilan kondisi politik keamanan, ditambah jatuhnya nilai tukar mata uang lokal, sehingga semakin kian memperburuk keadaan.
Hope future would become more stable and much more prosper for the people of Pakistan.
Sunday, August 17
17 Agustus Pesta Kemerdekaan
Pesta kemerdekaan seperti apa yang layak kita rasakan sebagai bangsa Indonesia, Kemerdekaan kali ini yang bertepatan dengan olympiade tidak memberikan sumbangan apa-apa, kecuali perunggu, belum final...semoga Indonesia akan membawa pulang beberapa emas sebagai hadiah pesta kemerdekaan dari anak negeri.
Upacara kali ini lumayan, tidak selama seperti yang terjadi pada upacara 17an yang terjadi sudah-sudah, pertanda apakah ini, kalau saya pribadi sebagai orang yang tiap tahun selalu rajin upacara berjemur, tentu seneng sekali, karena kita ngga capek-capek lagi berdiri sambil bermandikan keringat bercucuran, karena pasti upacara 17an selalu bertepatan dengan musim panas. Tetapi terlepas dari itu semua, kenapa tidak dari dulu upacaranya begini terus, supaya kita juga dapat lebih memaknai arti upacara tersebut. selama ini sebagian peserta upacara sambe bela-belain pingsan dan sebagainya hanya karena upacara yang memakan waktu terlalu lama, padahal berapa banyak sih telinga yang benar-benar terbuka dan melek dengan isi amanat inspekturnya...nah lo...dijamin ngga banyak khan. Kalau begini khan kita juga jadi semangat ikut upacaranya, karena hanya sebentar...just my opinion.
Upacara kali ini lumayan, tidak selama seperti yang terjadi pada upacara 17an yang terjadi sudah-sudah, pertanda apakah ini, kalau saya pribadi sebagai orang yang tiap tahun selalu rajin upacara berjemur, tentu seneng sekali, karena kita ngga capek-capek lagi berdiri sambil bermandikan keringat bercucuran, karena pasti upacara 17an selalu bertepatan dengan musim panas. Tetapi terlepas dari itu semua, kenapa tidak dari dulu upacaranya begini terus, supaya kita juga dapat lebih memaknai arti upacara tersebut. selama ini sebagian peserta upacara sambe bela-belain pingsan dan sebagainya hanya karena upacara yang memakan waktu terlalu lama, padahal berapa banyak sih telinga yang benar-benar terbuka dan melek dengan isi amanat inspekturnya...nah lo...dijamin ngga banyak khan. Kalau begini khan kita juga jadi semangat ikut upacaranya, karena hanya sebentar...just my opinion.
Thursday, August 7
Musharraf Impeached...
Proses impeachment penguasa Islamic Republic of Pakistan sepertinya banyak mendapatkan angin positif, garda depan koalisi di parlemen (PPP-PML-N) menunjukkan proses impeachment ini akan berjalan tanpa rintangan, karena secara hitungan kasar suara 2/3 yang dibutuhkan telah mencukupi, bahkan lebih.
Setelah berkuasa hampir sepuluh tahun, akhirnya sedikit demi sedikit Musharraf mengendorkan tali kekang kekuasaannya. melalui tekanan sana sini, akhirnya Presiden Musharraf dengan suka rela menanggalkan baju kemiliterannya dan rela menjadi presiden sipil. tetapi hal tersebut tidak memberikan angin yang berbeda bagi kondisi stabilitas politik di Pakistan.
Tingginya nilai tukar mata uang lokal terhadap dollar amerika semakin memperburuk tingginya laju inflasi, kelangkaan energy supply yang parah, ditambah kenaikan drastis bbm dan kebutuhan lainnya semakin memperburuk citra presiden di mata masyarakat pada umumnya, sehingga masyarakat semakin menarik simpatinya kepada presiden.
Hari senin tanggal 11 agustus mendatang akan digelar sidang impeachment di gedung parlemen, entah akan ada peristiwa apa pada hari tersebut, karena kondisi keamanan tidak dapat diprediksikan begitu saja. yang dikhawatirkan impeachment ini akan memberikan angin lain atas munculnya another military coup, seperti yang dilakukan musharraf 9 tahun silam. we will wait and see....
Setelah berkuasa hampir sepuluh tahun, akhirnya sedikit demi sedikit Musharraf mengendorkan tali kekang kekuasaannya. melalui tekanan sana sini, akhirnya Presiden Musharraf dengan suka rela menanggalkan baju kemiliterannya dan rela menjadi presiden sipil. tetapi hal tersebut tidak memberikan angin yang berbeda bagi kondisi stabilitas politik di Pakistan.
Tingginya nilai tukar mata uang lokal terhadap dollar amerika semakin memperburuk tingginya laju inflasi, kelangkaan energy supply yang parah, ditambah kenaikan drastis bbm dan kebutuhan lainnya semakin memperburuk citra presiden di mata masyarakat pada umumnya, sehingga masyarakat semakin menarik simpatinya kepada presiden.
Hari senin tanggal 11 agustus mendatang akan digelar sidang impeachment di gedung parlemen, entah akan ada peristiwa apa pada hari tersebut, karena kondisi keamanan tidak dapat diprediksikan begitu saja. yang dikhawatirkan impeachment ini akan memberikan angin lain atas munculnya another military coup, seperti yang dilakukan musharraf 9 tahun silam. we will wait and see....
Subscribe to:
Posts (Atom)