Monday, September 29

Eid Mubarik


Selamat Hari Raya Idul Fitri
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir Dan Batin
Maaf jika didalam tulisan-tulisan yang ada di blog ini ada yang kurang berkenan, happy blogging and eid mubarik.
Kullu 'Aamin Wa Antum Bi Khoirin

Sunday, September 28

Malam Sab-i-eena di Faisal Masjid

Seperti tradisi yang sebelumnya, kemaren kami keliling sekedar melepas kejenuhan menuju kawasan Faisal avenue untuk ikut turut jama'ah trawih malah Sab-i-eenaa, malam ini biasanya diadakan 3 hari menjelang hari raya Idul Fitri di Pakistan, Faisal Masjid adalah masjid terbesar di kawasan Asia Selatan yang letaknya di lereng Margalla Hill di kawasan komplek kampus lama International Islamic University Islamabad. Malam Sab-i-eena biasanya imam trawih akan menghatamkan Al-Qur'an dalam waktu 3 hari hingga malam terakhir menjelang idul fitri, atau trawih terakhir melepas bulan Ramadhan, yang unik dalam event ini adalah, seluruh qurro' alias pembaca Al-Qur'an terbaik didatangkan dari seluruh penjuru provinsi untuk bergantian menjadi imam sholat trawih, trawih ini dilaksanakan hingga menjelang sahur, yang mana waktu sahur para jama'ah trawih biasanya akan mendapatakan makanan sahur yang dibawa oleh orang-orang yang ingin bersedekah untuk para jama'ah i'tikaf pada malam tersebut.

Tetapi malam Sab-i-eena kali ini tidak seperti malam Sab-i-eena pada tahun lalu, kalau tahun lalu terlihat hiasan lampu masjid yang begitu meriah, parkiran mobil yang penuh hingga hampir mencapai kawasan E-7 (komplek perumahan yang terdekat dengan Faisal masjid), hiasan lampu-lampu masjid tidak sepenuh tahun lalu yang hingga mencapai menara-menaranya, entah atau karena alasan energy shortage atau alasan lainnya, yang membuat kita jadi tidak ingin masuk karena hampir semua sudut pintu masuk menuju Faisal masjid dijaga ketat oleh pengamanan polisi, dan kita tidak bisa memasuki kawasan tersebut, jadi kalau mau kita harus parkir di kawasan E-7 yang kalau jalan kaki bisa sampai 2 km lebih menuju faisal masjid plus jalannya yang agak menanjak. Jangankan kita yang berniat mau berjama'ah dengan mengajak anak-anak jurnalis yang ingin meliput secara live saja sepertinya tidak diperkenankan masuk ke kawasan masjid. Tidak mengherankan kalau ketika kita cek stasiun TV lokal tidak satupun yang menyiarkan secara live event tersebut.

Atau mungkin karena alasan keamanan yang mana pemerintah sudah memberlakukan red alert accross the country sehingga Ramadhan kali ini sepertinya penuh dengan terror, tapi kita pun tidak ingin ambil pusing dengan suasana tersebut, mungkin lebih baik kita pulang, bukankan pemerintah sudah mengumumkan agar orang asing untuk stay away dari keramaian.

Dan pagi ini, suasana lengang tidak seperti biasanya keramaian klakson bus jemputan sekolah sudah meraung-raung, karena mayoritas sekolah-sekolah terakhir masuk pada hari Jum'at lalu, hingga nanti tanggal 6 mulai masuk kembali, nah lo kok bentar amat ya liburnya...?

Memang tradisi Idul Fitri disini tidak semeriah di tanah air yang ada takbir kaliling, arus mudik dan sebagainya, malah mungkin bisa dikatakan tidak terlalu meriah, apalagi Madhab Hanafi yang mayoritas menjadi madzhab orang sunni Pakistan tidak mengumandangkan takbir pada tiap hari raya, jadi kita mendapati malam takbiran hanya di KBRI kita. Idul Adha biasanya lebih semarak, anak-anak sekolah juga libur sekolahnya cenderung lebih lama, hingga penyembelihan hewan kurban sampai 3 hari berturut-turut masih ada yang kurban. Yah, apa mungkin tradisi kita yang salah atau entah bagaimana ya kok bisa Idul Fitri lebih meriah ketimbang Idul Adha, padahal di negara-negara yang mayoritas muslim kebanyakan lebih marah Idul Adhanya? makanya kita sendiri menjuluki hari raya kurban itu sebagai Hari Raya Besar (kata orang jawa), yang jelas masing-masing mempunyai tradisi regional yang unik, dan keunikan unilah yang menjadikan keistimewaan tersendiri pada ajaran Islam yang diejawantahkan dalam perbedaan pelaksanaan tradisi-tradisi yang ada. Waallahu A'lam Bishowab.

Friday, September 26

Cigarette...My Saviour..

Mau bagi-bagi cerita dululah. Ledakan bom Marriot minggu lalu meskipun banyak yang dirugikan ada juga kisah menarik. Gini nih ceritanya, beberapa menit sebelum terjadi ledakan ada seseorang yang pengen banget ngerokok setelah buka, orang ini memang pecandu rokok berat dan biasanya di mobilnya selalu ada rokok, apes baginya.. malam itu dia lupa ngga bawa rokok dimobilnya. Entah ngga tau kenapa hasrat pengen ngerokoknya seperti tidak tertahankan, padahal biasanya jika rokoknya ketinggalan dia fine-fine aja dan ngga sampe bela-belain nyari.

Akhirnya mobil dia parkir di depan hotel naas tersebut, dan dia berjalan kaki untuk mencari rokok ke warung rokok yang ada disekitar situ. Bumm....nah lo...semuanya bergetar, pas orang tadi kembali lagi dia hanya mendapati mobilnya yang luluh lantak tidak berbentuk dihantam bom, tapi disisi lain dia terselamatkan karena rokoknya. Memang umur orang siapa yang menerka, karena rokok dia terselamatkan dari bom tersebut, dan mungkin keinginan merokok itulah yang sudah menjadi alur hidupnya untuk selamat dari ledakan yang menewaskan tidak kurang dari 50an jiwa dan ratusan lainnya yang luka-luka.

Dan paska ledakan tersebut pemerintah seperti kebakaran jenggot, serangan habis-habisan dikerahkan dikawasan basecampnya orang-orang militant hanya memberi dua opsi surrender your weapons or we'll attack you, begitulah kira-kira bunyinya. Emergency state diberlakukan, karena berita terakhir dubes Afghanistan untuk Pakistan diculik dan sampai sekarang belum ada beritanya, bukan hanya itu, penculikan memang lagi marak juga khususnya orang-orang penting, sehingga pemerintah memberi warning red alert accross the country dan warning untuk seluruh warga asing untuk tidak keluar-keluar ke daerah-daerah yang kira-kira tempat berkumpulnya orang-orang asing atau tempat belanjanya orang2 asing.

Tetapi meskipun begitu, kembali lagi ke kisah tadi, kita hanya bisa berusaha maksimal karena umur siapa yang bisa menerka, orang tadi hanya beberapa menit selamat dari maut itupun karena memang Tuhan masih memberikan waktu kehidupan untuk orang tersebut.

Wednesday, September 24

Diamond of the Lesotho

Iseng ngikutin berita, telah ditemukan diamond terbesar di Lesotho, sebuah negara kecil yang berada di kawasan Afrika Selatan, mengingatkan saya pada kenalan saya yang saat ini suaminya bertugas disana.

Diamond ini tentunya perusahaan asing yang menambangnya, karena Lesotho itu punya apa sih, negara kecil yang menurut Dr. Memed Gunawan hampir 75 persen bergantung pada Afrika Selatan, tingkat kejahatan tinggi, juga kasus AIDS tinggi juga, bahkan perwakilan asing yang ada disana dapat dihitung dengan jari. Jika bicara diamond lagi-lagi afrika yang sering disebut-sebut sebagai penghasil diamond, tapi yang mengherankan, meskipun penghasil diamond tetapi penduduknya tidak kecipratan kaya, malah sepertinya diamond-diamond tersebut justru digiring keluar afrika untuk dinikmati para pembeli-pembeli kaya yang bingung membuang uang.

Mengingatkan kisah kawan kami dulu di kampus, orang nigeria dan orang somalia, mereka-meraka ini negaranya rasanya tidak berhenti dari perang saudara, Sudi kawan dari nigeria pernah cerita kalau dulu waktu dia kecil, bukit-bukit yang ada di Nigeria penuh dengan batu-batuan mulia, tapi bukit-bukit ini sekarang habis dibabat oleh penambang-penambang asing yang memprakarsai penambangan batu mulia di Nigeria, hingga sekarang tidak ada yang tersisa untuk rakyatnya.

Tidak berbeda dengan Somalia, Nigeria ataupun Lesotho, mereka sama-sama negara Afrika yang tidak kecipratan dengan hasil bumi dari tanah mereka sendiri, perang saudara dan pertikaian antar suku yang berkepanjangan seakan menjauhkan mereka dari apa itu yang disebut kemakmuran negara.

Dari sinilah. mungkin kita sebagai warga Indonesia petutnya selalu bersyukur, meskipun negara kita masih kekurangan tapi tidak separah meraka yang ada di Somalia ataupun negara konflik lainnya di Afrika.

Monday, September 22

Another Blast Shakin Islamabad

Tidak biasanya ada bom hari sabtu, karena biasanya seringkali terjadi bom bunuh diri hari jum'at jika ada aksi demo atau keramaian lainnya. Hari itu, kita hampir seluruh warga Indonesia di Islamabad ketepatan sedang dalam acara buka bersama di Aula Budaya Nusantara, baru beberapa menit kita duduk sambil menyamtap hidangan makan malam buka tiba-tiba bum....!!! kaca aula bergetar, bahkan bukan hanya kaca saja tapi gedung aula bergetar sampai-sampai kita semua berhamburan keluar dari aula. Anak-anak kecil yang pada lari-larian sontak mencari ibunya masing-masing. Tanpa dikasitau pun rata-rata kita sudah mengira kalau dentuman tadi adalah ledakan bom hanya pada waktu itu kita mengira ledakan bom tersebut disekitar kawasan kedutaan Prancis yang tidak jauh letaknya dari KBRI kita, mengingat getarannya yang kuat sekali. Baru ketika sirine ambulan terdengar meraung-raung, kita semua berkumpul didepan TV yang ternyata bom tersebut berasal dari Hotel Marriot kurang dari dua km dari wilayah kedutaan kita.

Bom Marriot ini tidak yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah kejadian dua kali percobaan bom bunuh diri hanya tidak sampai menimbulkan kerusakan yang fatal seperti bom kali ini. Bom yang dibawa dengan mobil truk yang katanya kapasitasnya hampir satu ton ini menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit.

Paska bom Marriot, pemerintah Asif Zardari tidak segan-segan lagi untuk mebabat habis ektremisme yang ada ditanah pakistan, bahkan pemerintah tidak lagi membuka lagi kemungkinan negosiasi dengan militan, surrender your weapon or we'll attack your base camp, mungkin inilah kira-kira yang dikatakan pemerintah.

Aksi bom bunuh diri di pakistan seakan sudah menjadi hal yang seringkali didengar, bahkan didalam ibukota islamabad sendiri sekolah-sekolah akan meliburkan diri jika akan ada aksi demo massa yang sekiranya pangamanannya mengkawatirkan. Dan hari senin kemaren anak kami berangkat sekolah, yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan hotel marriot, sepulang sekolah yang dia ceritakan hanya kaca-kaca sekolahnya yang pecah karena bom sehingga hujan es yang mengguyur Islamabad membuat air masuk lewat kaca-kaca yang pecah tadi.

Lalu, siapakah yang dirugikan, siapa yang diserang, dan apa yang mereka dapatkan, rasanya rakyat tiap saat dibuat tidak tenang karena issue ketidakamanan yang tidak jelas, seruan orang tetua di KBRI yang menghimbau kita warga Indonesia untuk tetap berhati-hati, sepertinya semakin membuat kita tidak nyaman dengan keadaan. Kebanyakan orang-orang yang tidak tau menahu tentang hal inilah yang pada akhirnya sering dirugikan, khususnya anak-anak yang tidak tau menahu, satu tahun lewat serangan Lal-Masjid yang peringatannya pun di sertai dengan aksi bom bunuh diri beberapa waktu lalu, masih meninggalkan bekas di memori anak-anak kami, tetapi saya tau mereka anak-anak yang kuat, karena tidak ada sedikitpun kekhawatiran pada wajah mereka. Ya..mungkin karena kita semua tidak pernah menunjukkan wajah khawatir dihadapan mereka. Hilda anak kami yang besar selalu memberitau "itu bomnya di hotel yang banyak ikannya ma.."karena memang kita pernah ngajak dia sekedar duduk di lobi sambil ngopi sementara hilda senang mengelilingi akuarium besar yang berfungsi sebagai dinding penyekat. Ketika ada rekaman stasiun TV lokal yang memperlihatkan akuariumnya yang hancur dan ikan-ikan besarnya pada bergelimpangan anak kami serta merta teriak "itu ikan-ikannya pada jatuh mau mati, kasian.."

Bukan hanya ikan, yang mengenaskan justru orang-orang yang mungkin kebetulan hanya sekedar lewat pada saat ledakan bom terjadi, atau petugas sekuriti yang tugasnya hanya menjaga keamanan.

Saya kira wajah Islam tidak sebrutal itu, segmen tertentu yang mengatasnamakan kebrutalan atas nama agama, sehingga mencoreng wajah Islam yang cinta damai, sekelompok yang mungkin termarginalkan, putus asa dan tidak tau apa yang harus diperbuat sehingga merasa lebih senang melihat orang lain dilanda ketakutan dan kekawatiran. God Knows...

Monday, September 15

Fun activities to promote writing skills

Hi moms, paling ngga sabar rasanya kalau anak malas mengerjakan pe-er, atau tipe yang maunya main aja, giliran disuruh duduk anteng untuk mengerjakan pe-ernya harus bilang, capek ma...atau ngantuk ma...atau laper ma...gemes kadang sampe kita dibikin bertanduk, ini kebetulan sambil googling nemu artikel menarik bagaimana menjadikan belajar menulis itu sebagai permainan untuk anak, sehingga sambil bermain anak tidak menyadari bahwa dia juga belajar. semoga bermanfaat. Artikel ini saya terjemahkan bebas ke bahasa Indonesia agar dapat dimengerti oleh orang-orang yang tidak terlalu sering berbahasa ingris, silahkan menyimak...

Begitu anak memulai pendidikan pra-sekolah (play group-nursery-TK) maka kebanyakan kemampuan motorik anak sudah berkembang begitu pesatnya sehingga anak dapat mulai menulis huruf-huruf dan kata yang simpel. Nah saat inilah waktu yang tepat untuk mendorong kemampuan menulisnnya. Aktifitas bermain dan belajar menulis dibawah ini dirancang untuk meningkatkan kreatifitas menulis anak anda dan untuk mendorong kemampuan anak anda agar dapat mengartikan apa yang ada dalam khayalannya kedalam bentuk kata. Jangan khawatir tentang ejaan atau penulisan, karena hal ini akan mereka pelajari selama di sekolah.

For physical learners

Menulis Bersama. Dimanapun anda duduk untuk menulis daftar belanjaan, atau membayar tagihan listrik dan sebagainya, atau pengisian formulir, mintalah anak anda untuk bergabung dengan anda. Berikan dia kertas tulis, cek kosong atau slip deposito atau formulir pengiriman uang untuk anak anda sementara anda menyelesaikan urusan anda. Demikian anak anda akan belajar bahwa menulis adalah bagian dari keseharian kita yang sangat diperlukan.

Gunakan modelling clay, tanah liat atau malam untuk membentuk kata,pertama buatkan mereka kartu-kartu mainan dari kertas karton, isi tiap-tiap kartu tadi dengan hurus, jika anda memungkinkan laminating kertas tadi sehingga seperti kartu. Kemudian pelintir malam atau tanah liat membentuk tali-tali kecil, mintalah anak anda untuk mengikuti huruf-hurus sesuai dengan huruf diatas di kartu yang anda buat tadi dengan menggunakan pelintiran tanah liat atau malam tadi. Dari sini anak tidak hanya belajar untuk mengenal huruf tetapi bermain dengan clay akan membantu memperkuat otot jari jemari mereka yang mereka butuhkan untuk menulis.

Selalu bawa serta note book. When Ketika anda berada dijalan, baik itu dalam suatu perjalanan keliling negara atau hanya pergi kerumah oma-opanya, pastikan bawa serta untuk anak anda note book dimana dia dapat menulis apa saja yang dia lihat dan dia kerjakan, meskipun itu hanya beberapa kata. Dia juga dapat membawa note book tersebut dalam wisata ke kebun binatang atau ke pantai.

For visual learners


Buatlah daftar . Kebanyakan anak-anak suka sekali membentuk daftar atau list. Mintalah anak anda untuk membuat daftar mainan yang dia inginkan pada hari ulang tahun atau liburannya yang akan datang. Menuliskan sesuatu yang sesuai dengan keinginannya akan menghubungkan menulis dengan fun dalam khayakan mereka. Anda juga dapat memintanya untuk membuat daftar mainan yang ada di kotak mainannya dan sebagainya.

Wah...sepertinya harus distop dulu nih...untuk lanjutnya menunggu nanti ya..biasa sibuk lagi nih dengan anak-anak..


Sunday, September 14

Tag Ramadhon..keep smile...

Baru kali ini dapet tag, thank's ya ummi rama buat kirim tagnya, nah sekarang mau dikasi siapa lagi nih, moga-moga tagnya membawa berkah ya..
Didukung oleh: antownholic.blogspot.com, dee-adp.blogspot.com, pencakarlangit.blogspot.com, questionquince.blogspot.com,dessycherryponie.blogspot.com, berlia.blogspot.com,nazifnaseri.blogspot.com, abmandaka.blogspot.com, hildafarha.blogspot.com.
  1. copy gambar lalu posting di blogmu
  2. lanjutkan tags ini minimal ke 5 blogger muslim yang kamu kenal, jangan lupa tinggalkan komentar pada blog mereka juga yah..
  3. tulis alamat blogmu (dibawah gambar) setelah alamat pemberi tags
Nah sekarang mau dikasi siapa lagi nih tagnya ya..
  1. buat mama caca di kajen, jangan bosen update blognya ya, kita selalu menanti cerita caca.
  2. buat mbak faiqoh juga ya biar tetap semangat dengan ramadhannya.
  3. buat mbak sofia masturi, juga moga tetap kuat menjalankan puasa ya..
  4. buat om rohim biar semakin sayang ma permaisurinya ya meskipun jauh dimata..
  5. buat om hamdan biar selalu seger selama bulan romadhon heheheh...

Monday, September 8

Happy Birthday Viki


Setahun tidak terasa, langkah mungilmu sudah mulai tegak, kaki yang dulunya hanya merangkak akhirnya tegak lurus. Sungguh usaha yang tidak mudah untuk berdiri tegak, butuh ambisi dan kemauan yang tinggi. Semoga kelak langkah langkah mungilmu akan semakin mantap menapaki hidupmu yang akan datang. Menggapai masa depan, membentangkan cita-cita meraih masa depan yang gemilang dan semoga menjadi anak yang berguna bagi masyarakat nusa dan bangsa. Di ujung hari, meskipun agak terlambat ibu menuliskan ini semua, ada doa dan harapan yang lamat lamat senantiada kami lantunkan mengiringi setiap detik perjalanan hidupmu. SELAMAT ULANG TAHUN YANG PERTAMA UNTUK ANAK KAMI TERCINTA VIKI ELOK SOFIANI

Saturday, September 6

Kemenangan Telak Presiden Zardari

Setelah diadakannya pemilu tempo hari, akhirnya kemenangan telak diraih oleh PPP, dengan kandidat presiden Asif Zardari. Iseng-iseng selepas trawih kita keliling melewati jalur constitution avenue, melihat pesta kemenangan plus pesta kembang api, jalur ini biasanya selalu ditutup barikade, sehingga kita harus ambil jalan memutar jika ingin memasuki kawasan Blue Area lewat jalan tersebut, tapi mungkin dengan presiden baru kali ini, paranoid extra pengamanan selama ini agak dikendorkan.

Lawatan Presiden Afghanistan menandai kerjasana pakistan-afghanistan untuk counter terrorisme, terutama yang terdapat di perbatasan Waziristan juga yang berbatasan dengan border afghanistan. Hari ini roket dan missile masih menggempur kota miranshah, beberapa orang tewas ada juga diantaranya wanita dan anak-anak yang tidak sempat mengungsi. Kenapa Ramadhan kali ini masih saja terjadi pergolakan pertempuran justru dengan musuh yang sangat tidak jelas, yaitu Ideologi.

Bagi saya, neo-taliban yang muncul kali ini adalah sebagai menifestasi sebuah ideologi yang tidak akan padam meskipun berapapun missile dan roket yang akan ditembakkan. Pergerakan fundamentalis kalo boleh saya mengatakan mirip sekali dengan pergerakan sosialis, sebuah perbenturan ideologi yang tidak akan pernah berakhir bahkan meskipun telah tandas semua serdadu US dan sekutunya. Tidak ada jalan lain kecuali memfasilitasi eksistensi masing-masing dalam dunia yang berbeda, menghargai masing-masing posisi agar tidak saling memarginalkan dan membahaykan eksistensi yang lainnya, mungkin cara ini dapat diusahakan selain dengan cara kekerasan.

Presiden Zardari, mungkin tidak secanggih presiden yang terdahulu, karena dia memang bukanlah seorang politikus ulung, layaknya Gus Dur kala itu, tapi semoga kemenangan yang katanya demokratis ini memberrikan angin perubahan baru di Pakistan.