Wednesday, October 29

About Hilda

Hari Rabu aktifitas seperti biasa, bangun pagi, menyiapkan hilda berangkat sekolah, yang jelas rutinitas dari senin sampai jum'at hampir sama, hanya saja hari ini agak lain, karena mendadak dari tadi malam Hilda yang biasanya selalu semangat berangkat sekolah mendadak mogok sekolah tanpa alasan yang jelas, padahal kemaren pulang dari sekolah happy-happy aja. Hanya kemarin dia bercerita kalau tadi di kelasnya ada cicak-ehm dia ini emang paling takut sama yang namanya cicak-, tapi masak karena itu ya...

Semenjak tadi malam sebelum berangkat tidur sudah mulai mengancam kalo besok pagi ngga mau berangkat sekolah, alasannya segudang, mau main sama kucing seharianlah, temennya ada yang iseng nggelitikin dialah, mau bantuin ibu dirumah beres-beres rumahlah, mau paintinglah pokoknya muter-muter kalau ditanyain.

Akhirnya, pagi tadi kami berempat-Bapaknya hilda, si adek, saya- ngantar Hilda sekolah, ketemu sekalian sama principle sekolahnya, akhirnya kita bujuk-bujuk berhasil juga mau sekolah lagi, dengan alasan, tas buku dan seragamnya mau dipake adiknya aja kalo ngga mua sekolah. Padahal sekolah pagi ini udah maunya pakai baju bebas, ngotot ngga mau pakai seragam, tapi mendadak begitu kita semua udah siap tinggal berangkat tiba-tiba dia nyeletuk.."ibu, Hilda kenapa ngga pake seragam?", duh nih anak...akhirnya kita nungguin semuanya ganti pake seragam sekolah, sampe ke sekolah telat hampir setengah jam gara-gara angot-angotan dulu.

Yang membuat kita geli, tadi pagi, begitu dia kembali mau sekolah saya tanyain "Hilda kenapa tadi ngambek ngga mau sekolah?", katanya begini "oo..tadi hilda itu masih capek ma...sekarang capeknya udah ilang, jadinya mau sekolah lagi, trus tadi khan Hilda lapar, perutnya kosong khan jadi kemasukan api, makanya jadi marah-marah ngga mau sekolah, khan tadi Hilda udah sarapan, apinya udah ilang, makanya Hilda udah ngga marah-marah lagi, jadi mau masuk sekolah"... Duh panjangnya euy explanationnya, sampe saya jadi kesel-kesel campur geli denger alasannya yang seabrek.

Sudah setahun yang lalu anak kami mulai sekolah, umurnya genap 4 tahun awal juni lalu, tiap hari peernya ada aja, kadang yang dia paling males ngerjainnya kalo udah bikin angka dari 0 sampai 29, atau membuat huruf alphabet kecil dari a sampai o, pokoknya yang tulis menulis itu memang harus ditungguin, kalo tidak, semuanya bukunya dibikin gambar seenaknya. Bagi saya, yang terpenting untuknya adalah menumbuhkan minat belajar, memupuk rasa tanggungjawab sebagai seorang murid yang berkewajiban membuat peer, sekolah dan belajar, mau belajar dan bertanggungjawab, mungkin itu saja yang saat ini terpenting baginya...hope she'll become bright child that will bring joy to our family..Amien..

Thursday, October 23

Energy Shortage


What would you expect when electricity is keep on shortage..? you will need extra income to keep fueling your extra energy, like generator, for some people will spend almost 100 liters per day just for run their generator power, to maintain their production or to keep their shop open for visitor.

But, in other hand for some small enterprise or home industry who couldn't afford to fueling generator will remain close, sitting and doing nothing, or just chatting in front of their shops, waiting an hour of loadsheding, which probably, at least they could do something if there is electricity.


Today, I've been surfing, googling, blogging when suddenly the light went out on unscheduled time, 5-10 minutes off, and after couple of 20 minutes the electricity just back again, but..what will you within 20 minutes for surfing, collecting data or just blogging..nothing...20 minutes only you can read but you can collect something, and usually after unexpected shout down your computer may need extra time for booting, checking the disk, and finally another period of leadsheding will come :(, i use very odds methode -writing on piece of paper- before updating the content of my blog.


Pre-Musharraf resignation, Pakistan have been facing a lot of country crisis, i thought the pressure on his resignation was only part of the crisis, he was one of casualty within this crisis. where after that, the so-called new elected president Asif Zardari has not yet doing something spectacular to bring out the country from ongoing crisis.

An ongoing political turmoil, war on terror, the country financial crisis that leads into the skyrocketing price of consumer goods, the collapse of local currency in international exchange rate, huge inflation, that force the government to take uneasy action like, cutting down the subsidies, increase more taxes, which bring more suffer for common people.

The recovery from country crisis has not been seen, where the wave of global crisis that sweep the global nation give huge charity in deepening the crisis. While in other hand country main agenda War on Terror is still continue and couldn't predict when it will over. Or might be until Pakistan declare the bankruptcy of the country. God knows...

Wednesday, October 15

Keunikan Bukit Garam


Ini hanya sekedar kisah perjalanan ke Lahore minggu lalu, telat baru sempat cerita nih, daripada cerita tentang situasi keamanan melulu yang disana-sini selalu ramai dengan berita bom, mungkin lebih enak kalau mencari keindahan terselubung alam Pakistan.

Kalau kita warga Indonesia pasti tidak asing dengan pepatah "asam di gunung garam di laut" nah garam di laut itu sepertinya tidak berlaku di Pakistan, karena produk garam berasal dari gunung garam yang ditambang sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan sebelum Pakistan merdeka. Bukit garam ini letaknya di kawasan Kewra diwilayah provinsi Punjab, jika kita menuju Lahore dari arah Islamabad melalui jalur toll,(toll ini panjangnya hampir 400 km lho hanya dengan satu gerbang toll dan bayarnya pun tidak sampai 50 ribu jika dirupiahkan, plus stop over yang lengkap dengan fasilitas warnet,mini playground, restoran, subway fastfood, KFC, masjid, pom bensin tiap kurang dari 50an km) kita akan melintasi bukit ini, dan ketika itu mobil yang melaju diwajibkan untuk memperlambat laju hingga dibawah 50 km/jam,jika melanggar biasanya di beberapa pojokan akan dijaga ketat oleh poltas yang selalu siap membawa speedshooter,hal ini bukan karena mengetes kesabaran pengemudi, tetapi memang bukit ini termasuk rawan longsor.

Ada keunikan dan keindahan tersendiri jika kita dapat masuk ke terowongan pertambangan garam ini. Biasanya pengunjung akan diangkut menuju terowongan penambangan dengan kereta listrik yang biasa digunakan sebagai sarana transportasi menuju ke lokasi tempat penambangan, atau jika senang berjalan kaki jarak yang ditempuh menuju objek wisata pun tidak terlalu jauh. Mau tau apa yang ada didalam terowongan tersebut..? pengunjung dapat menikmati keindahan garam yang sudah menkristal menghiasi dinding-dinding terowongan tersebut, ada yang terkikis mungkin karena perubahan musim dan temperatur sehingga kikisan kristal garam tersebut membentuk kikisan-kikisan yang runcing seperti batu es yang mencair. Atau dinding-dinding dari kristal garam yang seperti bongkahan karang di sisi kanan kiri terowongan yang kita lalui, sehingga jika kita ambil gambarnya dan kena cahaya flash kamera akan memantulkan cahaya yang berkerlap-kerlip seperti gugusan kristal.

Mungkin itu yang dengan sendirinya terbentuk, ada lagi yang bisa disaksikan didalamnya, danau air garam, dengan jambatan-jembatan kayu untuk menambang garam, biasanya produksi garam diambil dan disuling dari danau tersebut. Danau ini sudah ada sejak ratusan tahun yang silam dan tidak ada habisnya jika selalu disedot untuk dijadikan bahan baku garam, makanya kita dapati garam yang dihasilkan bersih putih seperti bubuk gula halus, itu yang kita pakai sehari-hari.

Semakin masuk kedalam, akan kita dapati, bongkahan-bongakan garam yang dibentuk menjadi bata dalam miniatur bangunan-bangunan terkenal, seperti bangunan miniatur Minara, yang ada di Lahore, miniatur Badshahi Mosque peninggalan Aurangzeb dinasti terakhir Mongolia yang masuk Islam, musholla dengan ubin dari bahan baku karang garam, sampai jika mungkin pengunjung sudah kelelahan berkeliling, bisa sejenak bersantai menikmati teh tradisional atau dikenal dengan Cai (teh hitam dicampur susu), makanan-makanan kecil, frenchfries, atau makanan kecil lainnya.

Kalau kata pemandunya, bukit garam tersebut tadinya adalah bukin yang ada didasar laut, akibat banjir dasyat pada zaman Nuh dahulu, yang memunculkan daratan-daratan baru dan menenggelamkan sebagian lainnya. Karena didalam gua gua garam tersebut ditemukan temuan yang sebenarnya hanya ada didalam laut. God Knows...kita yang mengkaji dan mempelajarinya kan..? Dan perlu dikatahui juga, tambang garam ini adalah terbesar kedua didunia setelah yang pertama ada di Poland. Nah..bagi yang kebetulan plesir nyasar ke Pakistan, tidak salah jika berkunjung ke Bukit Garam di Kewra.

Friday, October 10

Lagi Lagi Bom.. Capeee Dee....


Berita ada ledakan bom seperti sudah menjadi makanan sehari-hari hampir di semua stasiun televisi Pakistan. Genap berselang dua minggu dari persitiwa ledakan di Marriot, kemarin kembali terjadi ledakan di komplek markas kepolisian di sektor H-11, yang membuat panik , karena sektor ini berdekatan dengan kampus International Islamic University Islamabad, hanya berjarak kurang dari 2 km, juga ada kampus lain lagi yang dekat dengan kampus IIU.

Entah karena pengamanan yang kurang ketat atau kesalahan lainnya, padahal area tersebut sudah dengan begitu ketatnya dikawal penjaga sukuriti, tetapi kenapa mobil asing dengan dalih membawa pesanan orang dalam diperbolehkan masuk tanpa dicek terlebih dahulu apa isi box tersebut. Beruntung tidak banyak menelan korban, tapi hal tersebut tetap menjadi kesalahan fatal para penjaga sekuriti yang menggampangkan keamanan dalam kondisi yang sedang kurang aman seperti saat ini. Setengah gedung roboh yang gedung tersebut merupakan barak pasukan anti-terrorist.

Dihari yang sama sebuah bis sekolah juga kabarnya diledakkan oleh orang-orang militan, meskipun peristiwa tersebut terjadi diluar Ibu kota tetapi tetap saja pelakunya adalah orang yang tidak berfikiran waras, sehingga sasaran bom bunuh diri seakan-akan dibuat random seenak perutnya. Atau mungkin para pengebom tersebut sudah sebelumnya meminum drug dulu (karena memang Afghanistan penghasil terbesar ganja dan sebagainya), karena beberapa suicide attacker yang masuk dan tertangkap basah membada bom dibadannya sempat ditembak berkali-kali tapi tetap masih kuat untuk berlari menuju sasaran. Jika tidak tentu dengan tembakan di kaki saja sang attacker tersebut sudah terduduk sejenak kesakitan sebelum berjalan lagi, anehnya mereka tetap bangkit lagi dan seperti tidak merasakan sakit sama sekali.

Karena keamanan yang tidak dapat diprediksikan inilah, beberapa sektor akhirnya diberlakukan status red zone, dimana mobil-mobil yang keluar masuk diwajibkan memperlihatkan kartu identitasnya, atau seperti hal nya kawasan Constitution Avenue, yang biasanya untuk masuk daerah ini bisa malalui 6 jalur atau pintu masuk, tetapi karena situasi yang tidak menentu hanya satu jalur yang dibuka, sehingga dapat dibayangkan kepadatannya setiap saat. Perjalanan ke kantor KBRI, yang biasanya hanya menempuh kurang dari 15 menit dari tempat kami tinggal karena hal ini harus memakan waktu hampir satu jam baru sampai kantor kedutaan. Capeeee deh.. apalagi kalau sudah waktunya jemput sekolah anak-anak, rasanya bapak-bapak jadi males balik lagi kekantor, sehingga jam istirahat makan siang habis untuk dijalan saja.

Berita hari ini, terjadi lagi bom dikawasan tribal area. Meskipun jauh tapi seringnya kejadian ini tidak menutup kemungkinan penyusupnya bisa kembali mengobrak-abrik kawasan ibukota dan meresahkan masyarakat didalamnya. Kalau kata orang, kenapa ngga pulang saja ke tanah air, rasanya ngga segampang itu kita harus pulang, tentunya kita harus memikirkan pros and cons nya dulu, karena selama ini meskipun keadaan gonjang-ganjing tidak menentu, tapi tetap keamanan lumayan terkendalikan selama kita senantiasa waspada and never talk to stranger. mungkin itu pepatah yang harus kita terapkan saat ini, bukan sombong tetapi untuk menghidar dari kemungkinan yang tidak kita inginkan.

Ya, mungkin karena kami pernah merasakan tragedi serangan Masjid merah yang letaknya hanya beberapa meter saja dari rumah kami, sehingga berita-berita bom ini rasanya sudah mendaji bagian dari menu sehari-hari. Memang enaknya nonton movie aja, atau jangan membuka stasiun berita, karena memang kalau ngga rame ngga akan ada berita hangat.

Monday, October 6

Catatan Lebaran

Akhirnya lebaran yang kita tunggu-tunggu kembali kita rayakan, setelah sebulan berpuasa semoga amal ibadah kita selama Ramadhan akan selalu berbekas dihati kita. Lebaran di Pakistan jatuh pada hari Rabu, hanya sebagian kita sudah tidak melaksanakan puasa sehari sebelumnya bagi yang mengkiblat puasa dengan Saudi, tidak salah kalau kita ikut lebaran mereka karena ulama sendiri ada yang memboehkan kita untuk berlebaran jika dimuka bumi ini ada yang sudah merayakan. Kebetulan Saudi sudah merayakan sehari sebelum Indonesia merayakan lebaran.

Pakistan, kali ini lebaran dalam pengamanan yang super ketat, tidak sengaja melirik headline koran hari itu, bahwa pemerintah mengerahkan hampir 2500 personnel untuk mengamankan ibu kota Islamabad, personel ini termasuk para ranger yang banyak dipasang di beberapa sudut pintu-pintu jalan masuk yang menghubungkan arah luar kota, atau di dekat kawasan penting seperti gedung-gedung pemerintahan, kantor-kantor perwakilan asing, kawasan diplomatic enclave juga sudut-sudut kota. Hampir semua pintu masuk yang kearah ibukota dihadang check post polici yang mengecek tiap-tiap mobil berplat nomor luar kota, bagasi dan seluruh isi mobil semua diperiksa. Duh segitunya...ya, tidak mengherankan sampai Palang Merah Internasional sudah mengkategorikan Pakistan sebagai Zona negara perang, dan seruan bagi seluruh staff membernya PBB untuk memulangkan seluruh keluarganya ke negerinya masing-masing, juga beberapa kedutaan seperti GB, US, Prancis, juga menyerukan hal yang sama, sehingga sekolah sekolah mereka terpaksa tutup karena keadaan.

Tetapi apakah segitu parahnya sih..? Kasus di lapangan tidak separah yang diberitakan oleh media, memang kadang media terlalu hiperbolis membesarkan pemberitaan tentang Pakistan sehingga tanpa di embargo pun oleh media Pakistan sudah terpojok, travel warning untuk turis ini secara tidak langsung sudang memberikan implikasi negatif bagi kelangsungan devisa negara yang biasanya turis datang untuk menyaksikan keindahan pegunungan karakoram, lereng lembah himalayanya dan pesona salju abadi, tapi memang siapapun tidak akan mau ambil resiko keselamatan masing-masing, bahkan pemerintah sendiri sudah mengumumkan siaga 3, yang berimplikasi pada larangan keluar rumah karena memang keamanan tidak dapat diprediksikan. Memungkinkan sewaktu-waktu bisa saja terjadi serangan atau penculikan seperti yang terjadi pada kasus penculikan Dubes Afghanistan beberapa waktu lalu.

Bagi kami warna negara asing yang tinggal lumayan lama di Islamabad, bisa menghindari dari situasi yang demikian, memang kita harus tetap waspasa, karena seperti kita memang bukanlah sasaran orang-orang militan karena kita ini hanyalah orang Indonesia yang dikenal oleh Pakistan sebagai muslim brother, terlebih mereka begitu terkesan dengan Presiden Soekarno. Memang sasaran selama ini yang terjadi orang-orang bule dan warga cina, karena seperti yang pernah terjadi bom yang meledak dikawasan kedutaan juga terjadi di kawasan kedutaan Nederland, kemudian restaurant yang kena bom juga restaurant italy yang memang restoran itu mangkalnya turis-turis asing. Ya..selama kita kita selalu merasa bukan sasaran, jadi sepertinya kita enjoy aja, tapi meskipun begitu kita selalu waspada dan selalu memantau keadaan. Nah biasanya kita cenderung dirumah dan tidak melakukan aktifitas keluar rumah kalau sudah ada demo massa, biasanya sering terjadi hari Jum'at selepas jum'atan.

Lebaran kali ini seperti lebaran biasanya tetap marak, libur nasional diumumpkan mulai hari rabu hingga hari senin masuk kembali, sementara sekolah-sekolah rata-rata sudah mulai meliburkan diri sejak hari sabtu sebelumnya hingga hari ini kembali masuk. Pengumuman pemerintah tentang idul fitri yang agak larut sontak membangunkan kembali galiat pasar-pasar dan market-market, mereka yang tadinya mau tutup toko sekitar pukul 11 pm begitu pemerintah mengumumkan esok lebaran, mereka seakan ada gairah baru, toko-toko kembali buka hingga pukul 2 dini hari masih terlihat keramaian di market-market dan pusat-pusat perbelanjaan, tukang penjual gelang Curia (gelang khas pakistan) kembali menggelar dagangannya, pembeli yang tadinya lesu karene seruan maulana untuk kembali mengerjakan tarawih, berbondong-bondong kembali meneruskan belanja untuk lebaran. Tukang heena...yang melukis tangan dengan pacar, kembali membuka layanan jasanya, karena sepertinya tidak meriah kalau event lebaran ini telapak tangan tidak dikasi lukisan heena.

Itulah geliat lebaran, bagaimanapun keadaan negara, lebaran adalah tetap lebaran, kemenangan bagi kita semua, tetap meriah seperti biasanya, tanpa ada wajah-wajah kekhawatiran dan terror, tidak ada diwajah mereka. Meskipun keamanan super ketat, tapi moment inilah kita bisa melupakan suasana genting, dengan ikut memeriahkan lebaran, sebagai pribadi yang telah dapat memenangkan kompetisi hawa nafsu. Semoga lebaran bisa menambah keimanan kita, dan kita diberikan umur panjang hingga kita dapat bertemu dengan ramadhan yang akan datang. Amien...