Saturday, January 24

Postingan Santai

Sudah beberapa hari ini kesibukan didarat menyita waktu untuk sekedar berhenti sejenak, menuliskan sesuatu. Meskipun itu hanya kesibukan seorang tuan rumah menyambut tamu, tapi ternyata..mengatur menu itu bukan hal yang mudah.

Terhitung sejak hari Kamis kami kedatangan tamu dari tanah air, tepatnya partner bisnis kakak saya, dalam rangka survey market ke daerah sentra kerajinan furniture di Pakistan yang letaknya di Gujranwala. Tamu yang datang semenjak hari Minggu ini akhirnya bisa datang juga berkunjung dan menginap dirumah kita yang sederhana, setelah bargaining dengan rekan bisnisnya yang orang Pakistan, karena ditahan agar seminggu dirumahnya aja, tidak perlu mampir ke Islamabad.

Kamis petang, kita ajak jalan keliling kota, city tour lah..melihat-lihat suasana Islamabad yang rapi, ngga macet, jalan raya yang lebar dan link road semuanya, sampai kita bawa menuju kawasan Faisal Avenue, melirik sejenak kemegahan Faisal Mosque yang diapit oleh keindahan lereng Margalla Hill, kemudian kita naik keatas menuju ke tempat wisata Dominoque..kawasan diatas bukit Margalla, dimana kita bisa menyaksikan sunset dicelah apitan bukit, sambil menikmati menikmati udara yang mulai gelap dan hanyut oleh dinginnya musim dingin yang temperaturnya masih di kisaran 5-8 derajat celsius.

Sapuan angin dingin mengingatkan kita untuk segera menyudahi acara duduk diluar ini, dan meneruskan city tour ini menuju kawasan red zone, wilayah deretan Constitution Avenue sampe kawasan Diplomatic Enclave (komplek kedutaan), dimana tidak sembarang mobil yang diperbolehkan untuk melintasi kawasan ini, kecuali mobil-mobil yang plat nomornya sudah terdaftar. Melihat-lihat barisan komplek penting di negara ini, dari mulai deretan perkatoran Supreme Court (Mahkamah Agung) yang berhadapan dengan bangunan Federal Shari'ah Court, kemudian komplek gedung parlemen, gedung Perdana Menteri sampai kita memasuki kawasan diplomatic enclave, yang diantaranya banguan Kedutaan Perancis yang berdiri kokoh laksana bangunan sebuah benteng raksasa, belum lagi barikade beton yang hampir memenuhi setengah ruas jalan raya, mungkin sebuah euphoria pada situasi kemanaan yang berfluktuasi, sehinga pengamanan superketat diterapkan, sampai kadang-kadang seperti ngga masuk akal.

Setelah melewati kawasan kedutaan Prancis kita berbelok menuju arah Abpara market yang melintasi Serena Hotel, yang saat ini menjadi satu-satunya hotel berbintang lima, dimana tempat jamuan-jamuan kelas tinggi seringkali diadakan, setelah porak-porandanya hotel Marriot diterjang bom Romadhon waktu, meskipun saat ini sedang dalam perbaikan tetapi guncangan bom tersebut seperti masih jelas teringat dibanak kita yang tinggal dikawasan Islamabad.

Islamabad, jika dilihat sekilas, kita tidak terlihat keaslian tradisi Pakistannya, yang kumuh semprawut dan campur aduk kayak adonan kue, yang terlihat sekilas adalah sebuah kota, yang ngga macet, rapi, teratur, dengan resort-resort wisata yang menarik dan nyaman untuk menghilangkan kepenatan, wilayah jogging park yang biasanya menyatu dengan tempat playground anak-anak yang hampir disetiap sektor perumahan penduduk tersedia secara gratis dan terawat. Mungkin jika boleh saya mengatakan, jika mengunjungi Pakistan hanya di Islamabad, belum cukup, karena keunikan tradisi justru terdapat jika anda sedikit melancong agak keluar kota Islamabad..nah..disana baru akan anda temukan keaslian tradisi..:)

Untuk template, ini merupakan hasil jepretan dengan kamera Nikon D-80, minggu lalu ketika kita berlibur dua hari di bukit Murree, ketika pulangnya kita terjebak macet selama kurang lebih empat jam karena badai salju.

Monday, January 12

Postingan Pe Er dan Award

Well, it has been long time i kept this task to an appropriate time, simply just because domestic jobs prevent me to sit still in front of my computer, you know, kids are always demand you more attentions when you are on the middle of something. Every mothers know this..

Thanks for Riema Zie Zie for given me these huge tasks, as not to prolong my post, i'd better start it? well here we are;

  1. Why i choose this name for your blog? i think that's only simply words that passed my mind when the first time i start blogging, the url in fact, my first daughter nick name Hilda Farha Kumala.
  2. Why do i pick up this template? that's because i love nature, i love sunset or sunrise view, because those two things remind us to the dynamic of life cycle.
  3. One event i never forget for my whole life? that was my marriage, though we've been knowing each other for very long time, but there was no intention into some kind of serious relation, within 2 days we've discussing about love, getting serious relation and getting marriage and bla bla..and here we are..:)
  4. What your blog platform? Well initially, i use blog.com, but then i change into blogspot, where i think it's more convenient for me.
  5. When were my blog created? i really dont remember exactly, but i think that was about 3 years or more, i was busy with the subject, project, papers, research and i was thinking to keep my papers in this blog, that was my initial intention for creating blog.
  6. What are the obstacles when the first time i created it? You know i just simply get this blog in the form of ready made, it was my brother in law who choose me everything, and i just loaded it with my university projects :), until then i try to learn something about blogging, why the people are doing blogwalking n so forth..until about 3 months ago i started to keep in touch with my visitors. Thanks a lot for keep coming...
  7. Why you discuss this topic? in fact it's not some kind of topic to be discussed, rather than i only elaborate it, in a descriptive manner, and simply this is annual commemoration of shia people to remind the mourning day of battle Karbala.
  8. Why your blog using this template? coz it's simple, black, natural, and not overcrowded..
  9. What's your priority for this blog when it was new? I told u above..i simply loaded it with all those papers to prevent them of getting lost..:)
  10. Well..i must continue to my lucky blogger, in which i'll mention at the end of this post..
Thanks God, at last i've done this task, well i'll directly try to do the next task, come from Atca, thanks for giving me this award, i wonder if you could help me finish this tasks..

THE RULES

The rules are simple. Use google image to search the answers to the questions below. Then
you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.

~my next b'day~

I'm a taurian, that would be on may 20th, getting old, but i hope i still have young spirit :)

~A place i'd like to travel~

Istanbul, Turkey, visit my old friend, he's been inviting me many times, i hope i could see his family someday


~A favorite place~

Home, will always be my favorite place


~My favorite Food-

This is one of my favorite food, from omar khayam restaurant, the one and only Iranian restaurant in Islamabad, this basically mutton kabab with mixed yellow and white rice, but rice has its unique taste, with spinach and yogurt salad, hmmm yummy.. and i'm starving already..:) especially this bitter cold keep me eating very frequently

~Favorite Color~

Any Colors that suits me


~A nick name I had~


I found this image when i type my nickname, i use to have meylia or mel or kamilia nick name

~College Major~

Was done my Bachelor on Philosophy and Theology, and was done my Master of Art on the subject of International Relation and Political Science in this university (IIUI International Islamic University Islamabad)


~Name of My love~

My lovely hubby, not to mention any other name b'coz he'll be my endless love like one song i like, by Lionel Richie
(ah sok romantis..akhirnya keceplosan juga bhs indonesianya hehehe)


~A Bad Habit~
"susah bangun pagi....he..he.."
I think i have same bad habit with Atca, especially in winter, when we already feel warm and comfortable under the blanket :)

~Hobby~

I have many, but two things that will keep me awake when I'm in the middle of it, that is reading and writing. Other hobby like, cooking, baking, knitting, jogging, table tennis, badminton, watching movie.


~whislist~

Hope i could get back soon, to my lovely country and doing something valuable
that my only wish at this time

Oh my God.. i couldn't believe I've done this tasks, I've been keeping this draft several days, and at last i completed it.

Here is my Award from Erik, thanks for giving me this lovely butterfly award, i like butterfly because it's the gift of nature, through its color we see the magic of color collaboration in one flying creature that living around us and sometimes we ignore it.
Wah capek deh ngetik bhs jerman..jejere kauman, kaya ngerjain tugas kuliah aja..makin ngantuk jadinya, nah award n pe er ini mau saya teruskan ke sobat-sobat blogger yang ada di list my friend's update, jadi silahkan diambil jika berkenan mengerjakan pe er nya, atau awardnya aja juga boleh...saya udah nguantuk..tinggal klik posting kok netnya kedip-kedip, tandanya mati inet..hiks..untung hanya sebentar, jadi saya tungguin deh...

Saturday, January 10

Pakistan Memperingati Asyura

Maaf kalo cerita ini agak terlambat, sibuk sana-sini aktifitas blogging jadi terganggu.

Penanggalan tahun baru Hijriyah biasanya tidak diperingati sebagai hari libur nasional di Pakistan, akan tetapi libur nasional biasanya jatuh pada tanggal 9 dan 10 muharram, sebagai hari memperingati tragedi Karbala bagi jama'ah Shi'ah.

Kamis lalu, ribuan jama'ah Muslim Shia memperingati prosesi Asyura dalam pengawalan ketat dari satuan aparat keamanan dan tantara. Prosesi ini merupakan peringatan hari berkabung peristiwa Karbala yang menikam sejarah ummat Islam, sebuah tragedi berdarah yang memecah belah persaudaraan, sehingga dari peristiwa ini memunculkan sekte baru yang kita kenal dengan aliran Shi'ah.


Ada kekhawatiran adanya serangan terorist yang dalam peringatan ini, karena memang konflik sunni-shiah, merupakan kasus perseteruan yang rentan terjadi, sehingga antar sekte akan saling tuduh, yang kemudian semakin memperburuk suasana. Tetapi, kekhawatiran para kalangan tersebut tidak terjadi, sehingga peringatan Karbala ini tetap terlaksanakan dalam keadaan damai dalam kawalan ketat dari para aparat keamanan.

Sejak rabu, kami sudah mendengar teriakan-teriakan dari para Jama'ah Shi'ah yang melintas depan rumah kami, biasanya sehari sebelumnya mereka terbentuk dalam jama'ah-jama'ah kecil dengan beberapa orang yang bertelanjang dada, yang nantinya mereka akan melakulan prosesi penyiksaan diri sendiri pada puncak peringatannya. Para jama'ah perempuan umumnya memukul-mukulkan tangan mereka kuat-kuat kedada mereka sambil mendengungkan Ya Ali..Ya Ali..atau Ya..Husain..Ya Husain.. sementara jama'ah yang bertelanjang dada tadi, biasanya membawa beberapa benda tajam, untuk dipukulkan pada badannya sendiri, kadang hinga berdarah-darah sehingga dalam tiap prosesi peringatan Karbala ini, selalu ada mobil rescue yang siap membaca jama'ah yang butuh perawatan.

Prosesi penyiksaan pada diri sendiri, mungkin di Iran sudah lama tidak diperbolehkan, tetapi entah kenapa prosesi ini masih saja diperbolehkan di Pakistan, padahal justru Iran adalah Pusat dari aliran Shi'ah. Terus terang, jika saya sendiri menyaksikan prosesi penyiksaan yang dilakukan jama'ah tersebut, merasa ngeri juga, karena mereka tidak hanya menggunakan belati untuk memukuki diri sendiri, tapi juga sampai pisau pisau kecil tajam yang dijalin sedemikian rupa, lalu dipukulkan ke badannya. Sementara yang lainnya memukul-mukulkan tangan ke dada, secara keras diiringi dengan lantunan shalawat yang menceritakan tragedi tersebut.

Tulisan ini tidak bermaksud menjustifikasi kebenaran atau kesalahan sebuah aliran, karena ini semata hanya sebuah wacana, bahwa diakui atau tidak warna Islam itu berbeda-beda, dan dalam perbedaan terebut diharapkan kita bisa dapat saling menghargai eksistensi masing-masing, supaya kedamaian dapat terjaga. Sehingga pertumpahan darah yang pernah terjadi dalam peristiwa Karbala itu tidak akan menorehkan tinta merah dalam sejarah umat Islam.

Tuesday, January 6

Catatan Perjalanan Ke Gujranwala

Jum'at pagi kami berangkat menuju kota Gujranwala, kota terakhir sebelum kota Lahore jika kita ambil rute melintasi GT road. Kota ini terkenal sebagai pusat furniture, tidak mengherankan jika disisi jalan, banyak kita melintasi show room furniture, biasanya perusahaan furniture tersebut tidak hanya menjual produk meubel, tetapi termasuk melayani jasa hotel furnishing, home furnishing, jadi tidak mengherankan kalau showroomnya terlihat gendut-gendut. Kali ini juga baru pertama kali saya ke Lahore melintasi GT road, karena selama ini, tiap kali ke Lahore saya selalu lewat toll. Niatnya kita hanya bermalam sehari di Gujranwala, kemudian besoknya mau meneruskan ke Lahore, jalan-jalan sama anak-anak sambil window shopping lah, yang artinya ngga beli beneran hehehe, tetapi ternyata karena tuan rumah saking senengnya kita datangi, jadi rencana yang hanya semalam itu membengkak hingga tiga hari. Untung hari seninnya Hilda dan Bapaknya udah mulai masuk kembali jadi tidak ada alasan untuk menahan kita.

Keluar kota Islamabad jika kita melintasi GT road maka pemandangan asli tradisi yang ada silih berganti melintasi didepan kita, pasar-pasar yang hiruk pikuk, dan kebanyakan dihiasi oleh kaum lelaki, karena hampir semua belanja pernak pernik dapur dari mulai bawang merah, sayur-sayuran dan sebagainya, biasanya laki-laki yang belanja. Maka tidak mengherankan jika kebanyakan penjual-penjual juga kebanyakan laki-kali. Mungkin hanya di wilayah Islamabad kita saksikan pola hidup yang lebih variatif, sehingga kemunculan kita ditengah-tengah mereka tidak terlalu menjadi pusat perhatian. Lain jika kita memasuki luar kota, keberadaan orang asing pasti akan menjadi pusat perhatian, dari ujung kepala hingga kaki, sampai kadang kita merasa risih dibuatnya.

Seperti tipikalnya tanah propinsi Sind yang notabene tandus dan berbatu, kita melintasi perbukitan garam, yang beberapa waktu lalu pernah saya posting juga disini, pemandangan kiri kanan yang terjal oleh batu-batuan tidak beraturan, tandus dan pohon-pohon kayuputih yang tumbuh secara liar, ataupun pohon lain yang sifatnya hanya sebagai peneduh jalan. Sampai kita memasuki Jehlum river, dimana pemandangan gersang dan tandus tadi digantikan oleh pemandangan yang teduh, hijau, sawah-sawah yang penuh dengan air, ruas kiri kanan yang teduh oleh tanaman-tanaman hijau, meskipun hanya sebatas jenis evergreen tree (cemara dan sejenisnya yang tidak menguning selama winter) yang masih terlihat hijau. Mulai kota Jehlum ini, kita memasuki provinsi The Punjab, kawasan yang subur dan kaya dengan produksi agrobisnis. Karena kebanyakan produksi beras, buah-buahan datangnya dari wilayah propinsi Punjab ini dan sebagian lagi di daerah NWFP. Tapi kita ngga berani kesana lah, lagi perang..hehehe..

Hampir tiga jam perjalanan akhirnya kita sampai di kota Gujranwala, kali ini misi kita hanya ingin mengunjungi partner bisnis kakak saya, yang beberapa hari lalu baru datang dari Indonesia. Sebenarnya kami sudah niatkan dari liburan Idul Adha waktu itu, hanya karena suami yang baru datang dari India, plus anak-anak juga sedang kurang enak badan, akhirnya baru kali ini kita bisa berkunjung.

Kagok juga jadi tamu, karena kita di perlakukan layaknya raja aja, masakan apa saja kita diminta untuk mencicipi, untung kita udah biasa dengan makanan sini sehingga gak ada masalah dengan pencernaan. Dan kebetulan kakak perempuan nya jago masak, karena sebelumnya pernah sekolah di tataboga, sehingga banyak sekali menu yang harus kita coba. Dari mulai menu pembuka sampai desert, sampai larut malam kita baru selesai acara makan-makan. Yang lebih ngga enak lagi, kita diajak keliling mall, tiap kali saya ditanya kamu suka ini ngga, selalu akhirnya dibelikan, jadi saya urung untuk memilih-milih barang, karena ujung-ujungnya kita ngga boleh bayar sendiri, alasannya karena kita tamu maka semua yang kita mau jadi tanggungan dia. Wah coba kalo kita ngga tau diri, pasti kesempatan ya bisa borong macem-macem, gratis lagi..:), tapi kita ini terbiasa dengan adat melayu, jadi ya ngga sampe gitu lah.

Hari Minggu pagi kami sudah siap-siap mau berangkat, tapi selalu mereka menahan kita agar mau lebih lama lagi dirumah mereka, seperti pagi itu, jam 9 tepat kami udah turun dari lantai atas, udah rapi, barang-barang udah kita masukkan ke mobil semua, tinggal handbag aja yang masih saya bawa, tapi pagi itu belum seorangpun bangun, kita celingak-celinguk melihat keadaan yang masih sepi, tapi akhirnya Mr Omar bangun dan meminta kita sarapan dulu sebelum pulang, selesai sarapan, masih juga kita ditahan untuk menikmati desert pagi yaitu, halwa (sebangsa manisan) dan Rokhni..Saya pikir kita udah bisa pulang, ternyata kita masih diminta untuk minum cai dulu (teh hitam dicampur susu). Duh..udah kesiangan deh..tapi akhirnya kita bisa berhasil pamit pulang juga, hampir jam 12 kita baru benar-benar meninggalkan mereka, itupun masih ada pesan untuk kembali lagi pada acara pernikahan anak laki-laki mereka dua bulan kedepan..Mr Omar, sambil senyum-senyum juga bilang, kalau sebetulnya kita ditahan biar ngga pulang-pulang.

Well, kita pulang dengan banyak banget hadiah-hadiah yang diberikan, karena dengan hadiah tersebut mereka berharap kita akan selalu mengingat mereka dan sebagai tanda bahwa kita adalah keluarga mereka. Tamu, menurut mereka pamali kalau tidak sampai menginap, minimal tiga hari kata mereka, tapi wah kalau 3 hari bisa-bisa bolos sekolah sama ngantor ini. Sampai sini dulu ceritanya..lagi mau nulis tentang Palestina, kayak nya asyik ya..jadi wait for the next post on Memunculkan Negara Nuklir di Timur Tengah