Sunday, December 20

Pakistan Kacau..

Terlalu lama hiatus membuat saya tidak tau apa yang mesti saya tuliskan disini.

Keadaan Pakistan selalu begitu, kacau dan diwarnai dinamika politik dan keamanan yang tidak kondusif, unpredictable dan tidak stabil. But the show must go on tentunya.

Beberapa waktu lalu ketika sering terjadi aksi bom di ibukota Islamabad, bersamaan dengan diliburkannya semua institusi pendidikan selama 3 minggu berturut-turut, sempat mengusik kenyamaan yang ada. Terutama anak-anak yang protes bosan karena terlalu lama diliburkan, sehingga pemerintah menghimbau agar semua sekolah meninggikan pagar sekolah dan menyewa sekuriti. Perlu diketahui sekuriti disini tentu tidak hanya berbekal pentungan, tapi mereka berbekal senapan yang berpeluru, sehingga di hari setelah sekolah diliburkan tiap sudut sekolah dan lantai atas sekolah dijaga ketat oleh satuan sekuriti. Dalam hati saya berkata..ups..ada apa ini..

Operasi militer untuk melawan ektrimisne yang berlangsung di kawasan perbatasan Pakistan Afghanistan, tepatnya di wilayah Waziristan memang membuat suasana tegang dan tidak menentu, meskipun akhir akhir ini berita dari perbatasan tidak seramai pada waktu awal operasi militer, tapi sepertinya ada trend pengalihan issue yang tentu saja membuat udara politik dalam negeri Pakistan makin terancam chaos.

Restorasi lembaga judisial yang dulu pernah dikebiri oleh pemerintahan militer kali ini mencoba mengembalikan supremasi konstitusi dengan membatalkan NRO-kepres yang waktu itu disahkan di era Musharraf, yang intinya pengampunan tuduhan korupsi dan money laundering atas keluarga Bhutto, terutama presiden terpilih saat ini Asif Zardari Bhutto, suami mendiang Benazir Bhutto. Yang mana kasus ini negara dirugikan sekitar 1.7 miliar dollar. Mungkin Asif Zardari tetap bisa bertahan secara legal, karena immunity atas statusnya yang masih presiden, tapi tidak secara moral dimata rakyat pada umumnya. Beberapa menteri dan petingi-petinggi negara yang terbukti mendapatkan keuntungan dari NRO ditangkapi, bahkan kunjungan menteri pertahanan ke china dicekal karena kasus ini.

Saat ini rasanya sedang menunggu countdown sampai partai-partai di parlemen berkoalisi untuk mendesak mundur atas presiden terpilih Asif Zardari, sehingga pending trial yang merugikan negara dapat secepatnya diproses secara hukum. Tapi ada sangsi jikapun memang nantinya ada desakan mundur, then who will be the next president?

Tidak terbentuknya pararel leadership dan tingginya pengaruh karisma individu membuat sistem politik partai tidak ideal. Akibatnya dalam kondisi genting akhirnya terjadi kekosongan tokoh pengganti, yang selama ini menjadikan Asia Selatan khususnya Pakistan sering terjadi intervensi militer. Bahkan sejak berdirinya Pakistan, draft konstitusi yang digarap memakan waktu sembilan tahun dari berdirinya Pakistan, dan pada kenyataanya pengimplementasiannya hanya berusia dua tahun, hingga diberlakukannya kekuasaan militer di era Ayub Khan. Constitution made by the Ayub and for the Ayub.

Dalam kondisi yang saat ini, tanpa kesadaran penuh dari pelaku politik untuk membentuk sistem pemerintahan yang sehat dan dinamis, mustahil akan tercapai integritas nasional secara sempurna.

17 comments:

  1. Doh.. hanya bisa membayangkan begimane was-was dan tegangnya hidup di situasi yang tak menentukan seperti itu.... Semoga lekas normal ya mbak....

    ReplyDelete
  2. Ancur2an ya Mam? Kayaknya campur tangan barat semakin besar di Pakistan. Btw, apa kabarnya?

    ReplyDelete
  3. moga cepet berhenti mam...le pada mainan mercon...akhirnya muncul kembali.....

    ReplyDelete
  4. hihi, bosen juga kamu diem mel? duh Pakistan..pakistan..nasibmu :(

    ReplyDelete
  5. @Xitalho: kalau ngga kacau bukan pakistan kang hehe
    @Dede Online: campur aduk kang Dede, banyak kepentingan, perang sama teroris belum kelar udah ketambahan makin runyamnya perpolitikan dalam negeri
    @Fajar: Amin, makasih ya
    @Zahra: hahaha..bosen, ini karena kemaren seharian mati listrik mbak, jadinya daripada bengong ngetik pake sms sampe kaku jari saya hehe..tapi meskipun gonjang ganjing masih ada indahnya kok mba, buktinya saya masih krasan nih :)

    ReplyDelete
  6. manusia cuman bisa berdoa dan menjalankan Allah yang menentukan oleh karena itu seharusnya semua harus tarik diri apa salah Negara Pakistan, slm mbak semoga keluarga dan mbak dilindungi oleh Allah SWT amin

    ReplyDelete
  7. kirim doa aja deh ma untuk rakyat di sana. semoga cepat keluar dari masalah ini. btw apa kabar ma? sehat2 aja kan?

    ReplyDelete
  8. Semoga Mama Hilda dan keluarga dalam keadaan baik-baik aja.

    ReplyDelete
  9. waduh say...ngeri ya disana, smoga dirimu tetap betah and gk terjadi apa2

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar jika ada yang ingin anda sampaikan untuk postingan ini.
Regard,
Mama Hilda