Sunday, April 19

Sudahkah Kartini-Kartini Kita Diberdayakan...?

Problematika perempuan rasanya tidak ada habisnya selalu mengemuka, muncul ke permukaan, menjerit meminta perhatian akan sebuah solusi yang dapat meminimalisir problematika yang ada.

Gaung pemberdayaan perempuan semestinya sudah bisa dirasakan sampai ke pelosok negeri kita, karena perjuangan Kartini sudah hampir lebih dari seabad kita peringati, surat-surat beliau senantiasa dijadikan sumber renungan, dan sebagai mercusuar pergerakan perempuan di Indonesia, tapi nyatanya gaung tersebut hanya berupa genderang sayup-sayup yang hanya dirasakan oleh kelompok perempuan urban yang notabene berada di perkotaan.

Ada yang menggelitik ketika beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah headline di harian kompas yang berjudul 'Kartini-Kartini di Penampungan', yang diterbitkan pada tanggal 15 April lalu, sebuah judul yang memberikan pesan, bahwa para pekerja-pekerja wanita kita yang ada di negeri jiran, masih memerlukan perlindungan hukum yang solid. Para wanita-wanita ini umumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, jauh meninggalkan anak-anak dan keluarga mereka untuk menyambung ekonomi keluarga. Mereka sangat rentan sebagai korban agen-agen tenaga kerja illegal yang seenaknya saja mengirimkan tenaga kerja tanpa surat-surat resmi. Kasus yang terjadi sangat beragam, mulai dari kasus kekerasan baik verbal maupun fisik, permasalahan yang berkenaan dengan penempatan kerja, gaji yang terkadang justru di ambil oleh agen penyalurnya, hingga kasus penipuan yang tidak jarang membuat mereka terpaksa kehilangan segala-galanya.

Belum lagi kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang masih sering terjadi, arus krisis global makin memicu semakin marak terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, terlebih lagi jika hal tersebut mengatas namakan agama. Sering agama disinyalir memperbolehkan suami untuk memukul istrinya, padahal tentu saja dalil-dalil seperti itu mesti berdasarkan pada kondisi tertentu. Meskipun jika anda tinggal di kota hal ini jarang terdengar, tapi di kawasan pedesaan tentu hal ini seringkali menjadi fenomena yang lumrah.

Tingginya angka kematian ibu juga makin memperpanjang rentetan permasalahan perempuan yang butuh penanganan maksimal. Dari data yang saya peroleh dari Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, kasus angka kematian ibu di Indonesia pada kisaran 307 per 100.000 kelahiran hidup. Itu artinya dalam jangka waktu dua jam ada ibu yang meninggal, entah karena persalinan, aborsi atau keguguran. Angka tersebut menunjukkan kurangnya sosialisasi pemahaman sistem reproduksi perempuan. Sehingga informasi tidak menjangkau seluruh segmen masyarakat, terlebih lagi dengan makin mengendornya kesadaran masyarakat akan pentingnya program keluarga berencana, makin menambah makin tingginya angka kematian ibu. Program keluarga berencana ini bukan semata membatasi kehamilan, akan tetapi memberi jarak kehamilan sehingga seorang ibu dapat secara maksimal memberikan pengasuhan dan perawatan pada anaknya, sehingga akan menumbuhkan generasi-generasi yang cakap pada masa mendatang.

Tahun 2010 mendatang Indonesia diprediksikan akan mengalami lonjakan demografi, artinya penduduk usia produktif meningkat dua kali lipat separuh dari seluruh populasi penduduk Indonesia. Hal ini berarti jika pengembangan SDM tidak didukung dengan pola pengasuhan anak yang maksimal, disamping gizi yang seimbang, sepertinya lonjakan demografi ini bukan sebagai blessing, anugrah tapi bencana, seiring dengan melonjaknya angka pengangguran. Dan kesemuanya itu bermula dari seorang IBU..

Hari kartini ini adalah sebuah momentum penting, bukan hanya untuk perempuan Indonesia, tapi bagi bangsa Indonesia, bahwa perjuangan kaum perempuan masih panjang, karena masih sederet pe-er panjang yang perlu diperhatikan, semoga spirit Kartini selalu mewarnai langkah-langkah panjang gerakan pemberdayaan perempuan, menuju perempuan yang sehat, dinamis dan sejahtera.

Sebagaimana cita-cita Kartini dalam notanya untuk Rooseboom, dalam Sulastin (Dri Arbaningsih;2005) Berilah pendidikan kepada perempuan Jawa, gadis-gadis kami! Didiklah budinya dan cerdaskan pikirannya. Jadikanlah mereka perempuan yang cakap dan berakal, jadikanlah mereka pendidik yang baik untuk keturunan yang akan datang! Dan bila pulau Jawa mempunyai ibu-ibu yang cakap dan pandai, maka peradaban satu bangsa hanyalah soal waktu saja.

Selamat Hari Kartini

59 comments:

  1. wah..bener nih hehehe

    Aku bangga jadi Kartini alias wanita alias perempuan hehehe

    hidup wanita!!!

    ReplyDelete
  2. met hari kartini buat mama hilda dan seluruh wanita indonesia :)

    sik baca doloe mam...xixixixi:D

    ReplyDelete
  3. Sepertinya memang perdebatan mengenai kesetaraan gender tidak akan pernah usai sepanjang masih adanya tuntutan yang irasional dari sementara kelompok feminisme.

    Di kalangan tertentu malah muncul anggapan bahwa perjuangan kaum perempuan itu identik dengan memerangi kaum lelaki ..hue he

    Perempuan harus diberikan kesempatan dan peluang yang luas untuk maju dan berkembang. Peluang ini harus terbuka lebar2 tanpa ada sekat-sekat yang menghalanginya. Tugas pemerintah adalah mendorong terbukanya peluang tersebut dan menghapus sekat-sekatnya.

    Melalui berbagai regulasi di bidang pemberdayaan perempuan dan stimulasi kepada kaum perempuan tujuan ini bisa dijalankan, sehingga selanjutnya perempuan itu bisa menduduki jabatan lebih dari pria sesuai dengan kadar pengetahuannya.

    Setelah peluang itu dibuka seluas-luasnya maka berlangsung proses penyadaran kepada kaum perempuan atas batasan hak-hak dan kewajibannya. Perempuan harus tetap mematuhi kodratnya sebagai perempuan dan tidak boleh melawan kodratnya itu.

    *Top posting ... hidup perempuannn

    ReplyDelete
  4. wah, saya juga speechless bacanya nie mam :)

    mo komen apa yah? soale udah komplit, tinggal kesadaran pemerintah dan kepedulian masyarakat untuk saling mendukung aja nie.

    tapi mam care juga dengan TKI yang diluar, dulu saya sering baca di blognya gadis rantau aja mam.

    selamat hari kartini mam :)

    ReplyDelete
  5. selamat menyambut hari kartini ya bunda.... bravo perempuan.....

    ReplyDelete
  6. Setuju mam, kalau Wanita/ibunya berkualitas unggul, maka potensi bangsa tsb menjadi unggul akan lebih besar.

    ReplyDelete
  7. banyak blogger populer yang posting kartini, but disini artikelnya berasa paling menggigit!

    met hari kartini yaa mam..., semua itu berawal dari seorang IBU. hahaha, ketawa guling2 saya.

    ReplyDelete
  8. Udah baca dari semalem, pas mau komeng tiba2 mati lampu hiks..

    Perjuangan kartini masih harus diteruskan. Masih banyak yang tertindas, masih banyak yang menderita.

    Selamat hari Kartini, hidup wanita Indonesia.

    ReplyDelete
  9. Hidup juga kartini!...Kartini emang oye! kalo nggak ada kartini, nggak ada kita2 nih...makanya bener kata Atca, hidup wanita!!!

    ReplyDelete
  10. selamat hari kartini...bunda.

    ReplyDelete
  11. Ayo bangkitlah para perempuan indonesia, contohlah seorang sosok Ibu Bangsa kita Ibu Kartini... hehehe

    Alhmdulillah mam udah lumaya sehat sekarang... :D

    ReplyDelete
  12. Masalahnya memang cukup rumit, bukan hanya menyoal kesetaraan gender. Selama ini keterwakilan kaum hawa di DPR pun ternyata masih minim. akibatnya sejumlah kebijakan pun dibuat bukan berdasarkan perspektif perempuan. Masih cukup panjang PR bagi kaum perempuan untuk bisa menyuarakan kepentingannya. Salah satu kunci utama adalah memberikan pendidikan utk kaum perempuan. Dengan kecerdasan, wanita mampu mengubah sesuatuyang mustahil menjadi nyata.. Selamat Hari Kartini dan tetap semangat...

    ReplyDelete
  13. kartini adalah simbol perjuangan hak-hak wanita... and I appreciate.. krn ibuku wanita..nenekku wanita.. dst. Bahkan sekarang pun hidupku bisa berarti karena ada partnerku (wanita) dan lebih membahagiakan lagi ketika buah cinta kami ..hadirlah dua orang calon wanita...dan satu orang calon pria..... (semoga gak binun ya mam..hehehe)

    ReplyDelete
  14. Silahkan mam, tapi 3 jam nontonnya mam, jadi harus sambil nyemil biar g ketiduran he..he..

    ReplyDelete
  15. aduh dah jadi yang ke enam belas ni,,mam dapet kosa kata baik dan bener dari mana ce mam,,ajarin aku dunk,selamat hari kartini juga yah mam!
    buat para ibu ,heheheheh

    ReplyDelete
  16. menjadi kartini memang tidaklah mudah, tapi berdiam diri tidak melakukan apa-2 juga bukanlah tindakan yang tepat, minimal kita harus bisa menjadi kartini di keluarga kita masing2.
    nice sharing mam, semakin hari semakin bertambah salutku padamu.

    ReplyDelete
  17. wah kayaknya sampai dengan sekaran ini sih sudah mba, hanya saja belum keliatan jelas, masalahnya banyak yang kontra sih

    ReplyDelete
  18. Sebenarnya memang tanggung jawab paa lelaki juga..ehmm kira-kira aku isa melakukan apa ya...
    Tapi kalau bisa jangan dengan kata diberdayakan namun di bentuk dan optimalkan..
    Karena rasanya kok jadi kalau perempuan itu tidak berdaya..

    ReplyDelete
  19. Atca@ pertama dapat permen hehehe

    gdenarayana@ yup saling mendukung..setuju

    Abang@ bagi saya kesetaraan itu saling mengisi kekurangan, karena ada sisi dimana relasi gender itu selayaknya saling melengkapi.

    Ifoel@ thanks kang ifoel

    Erik@ Yup setuju juga

    trimatra@ gigit donat ya kang..hehehe

    Seno@ betul kang..

    ablogtalk@ hidup wanita juga :)

    sepur@ makasih ya

    Indra@ ayo..syukurlah kalo udah sehat

    Bunda@ betul bunda, mau saya sisipkan juga keputusan Mahkamah Konstitusi pra-pemilu kemaren, tapi kayaknya kepanjangan, mungkin lain waktu aja saya buat postingan sendiri aja masalah itu, memberlakukan zipper system, padahal dgn sistem affirmative action aja di legislative tidak sampai 30 persen kuota perempuan, data IPU indonesia hanya 11 persen dari perolehan legislative perempuan pemilu 2004.

    Xitalho@ asyik..dikelilingi wanita-wanita tangguh nih kayaknya

    Seno@ lum sempat nonton kang, ngejar deadline ini..

    inuel@ makasih ya..sama-sama met hari kartini juga, baca dan menulis itu modal utama.

    Bening@ setuju..makasih ya..blog bening juga makin bagus lho..

    ciamis manis@ kalau diperkotaan betul mas, tapi coba kita sejenak tengok yang di daerah rural..pasti masih banyak yang perlu diperhatikan.

    dexter@ kamu bisaaa...hehehe, diberdayakan, saya mengambil terjemahan yang dipakai untuk menerjemahkan empowerment ke bhs Indonesia, karena memang pergerakan gender di Ina kali ini sudah bukan menggusung tema emansipasi lagi tapi menuju pemberdayaan, atau empowerment. Atau barangkali ada kata lain terjemahan dari kata tersebut?

    ReplyDelete
  20. entah mengapa, perjuangan moral dan agama yang sejatinya mengangkat perempuan, selalu saja mentok dan kembali lagi ke jaman jahiliyah dimana perempuan sangat tidak dihormati dan dipandang sebelah mata. Mungkin ada salah satu kesalahan dalam proses transformasi pendidikan di sini, atau karena ego fasis dan jahiliyah yang memang masih dipupuk hingga saat ini...

    ReplyDelete
  21. Selamat Hari Kartini, semoga lebih banyak Kartini2 Indonesia yang mengharumkan bangsa Indonesia, di manapun berada!

    "Nulis komeng ini sambil ngopi"

    ReplyDelete
  22. Happy Kartini
    mohon maap lahir batin hihi lebaran kalee...

    ReplyDelete
  23. Selamat hari kartini

    Iya mam, sayang skalai kartini penghasil devisa negara tersebut merantau di negri orang, namun kurang mendapat perlindungan hukum. Sehingga banyak yang jadi korban.

    ReplyDelete
  24. met hari kartini yah mba hilda.....
    moga kamu menjadi seorang kartini yang diharapkan oleh ibu kita kartini....amin.....

    ReplyDelete
  25. met hari kartini,
    semoga semakin sukses wanita Indonesia

    sukses dunia dan akhirat

    maaf telat, malem2 gini baru ngucapin selamat, besok dah tanggal 22, hihi

    ReplyDelete
  26. Selamat Hari Kartini untuk seluaruh wanita

    ReplyDelete
  27. Selamat hari Kartini buat semua kaum hawa

    ReplyDelete
  28. Senengnya bisa membaca tulisan diblog ini, terus berkarya ya mbak.. Saya tunggu tulisan2 lainnya..

    ReplyDelete
  29. kartono takan bisa tanpa kartini

    selamat hari kartini,

    ReplyDelete
  30. "dicari kartini kartini masa kini"

    ReplyDelete
  31. Suryaden@ itu karena para ulama kebanyakan laki-laki kang, jadi seringkali kita dapati fatwa agama tentang perempuan berbias jender..mungkin itu salah satunya.

    Dede@ makasih..

    Linda Belle@ lebaran masih lama mbak..

    Erik@ setuju bang erik

    Kotabengke@ makasih..amien..

    Rayearth@ makasih

    Joe@ makasih mas Joe

    Blog anak Nelayan, Khairiyanto, Ibnu@ makasih semuanya..

    Ajeng@ makasih mbak..

    Sino@ hehe betul..

    Si kumbang@ wah kaya buronan dong hehe

    ReplyDelete
  32. Keseteraan gender bukan berarti wanita bisa "benar-benar" sama dengan pria. Karena pria "lebih" daripada wanita adalah sunatullah.

    Bangkit dan bersatulah Kartini-Kartini Indonesia....!!!

    ReplyDelete
  33. Udah pernah ketemu mam, di film he.h.e.. Susana.

    ReplyDelete
  34. nengokin Kartini.. mam...

    Semoga kesetaraan gender tidak disalah-artikan, sehingga statusnya jadi ruwet... jika pasangan Tono dan Tini, yang ada adalah tetap :
    - Pak Tono dan ibu Tono
    dan takkan bisa di balik menjadi :
    - ibu Tini dan pak Tini..
    tapi tetap pak Tono heheheh....

    Selamat beremansipasi...

    ReplyDelete
  35. btw, kamu sekampung kan sama ibu Kartini yaa...he2, pantesan ngulasnya dalem bangeets...! good posting!

    ReplyDelete
  36. Lis Indra@ kalau saya mengartian kesetaraan bukan dalam artian kesamaan atau lebih, tapi 'lebih' disini, merupakan saling mengisi kekurangan.

    Seno@ hehehe..

    Xitalho@ yup betul kang..hehehe

    Zahra@ hehe konsulat, thanks mbak..

    ReplyDelete
  37. Jawab : Udah. Tapi belum maksimal alias baru sekiann persen aja. Tu aja kebanyakan inisiatif sendiri buat maju..

    Met Hari Kartini..

    anyway SalamKenal
    thom

    ReplyDelete
  38. Selamat Hari Kartini ...

    Salam Kenal dari masDan

    ReplyDelete
  39. mampir dirumah karini...ehhh mama hilda :D

    waduh, puanas banget sekarang nie mam, pengen masuk dalem kulkas biar adem :D

    ReplyDelete
  40. Hello,

    Artikel ini penuh perhatian kepada perempuan, ya?

    Di blog "Cantik Selamanya", ada beberapa artikel soal Kartini. Bagus-bagus.

    Misalnya, "Ibu Kartini: Don't Forget The Daddy."

    Asyiknya, isinya diperkuat dengan semacam referensi di blog facebook CANTIK SELAMANYA ...

    Interesting...

    Thanks,
    AF

    ReplyDelete
  41. Memperingati dan merayakan beda gakya mam...hehehehe.

    Hari Kartini cocoknya apa..memringati ya..?? Biar pada ingat sama pesan-pesan moral yang ditiupkan Ibu kita Kartini .

    ReplyDelete
  42. salam kenal mama
    wah blognya yahuuud
    bisa tukeran link mama

    ReplyDelete
  43. saya bisa sukses sekarang karena ada perempuan disisi saya...hehehe

    ReplyDelete
  44. Salam kenal mbak,

    Mari bersama-sama berjuang untuk meminimalisir permasalahan yang dihadapi perempuan.

    Meskipun sulit, kita harus mau berbagi untuk sesama kaum perempuan.

    ReplyDelete
  45. Thom@ betul..thanks
    Masdan@ salam kenal juga
    Antares@ momentnya lagi hari kartini
    GdNarayana@ sama kang ini juga udah mulai panas..
    Erik@ makasih udah nengokin
    Amie Breeze@ makasih infonya
    Xitalho@ setuju kang..
    Blogger Senayan@ makasih, nanti saya tambahkan link blognya ya
    MAMA@ salam kenal juga
    Cara bikin anak@ mungkin..
    Omiyan@ kesuksesan perempuan juga karena dukungan laki-laki mas, imbang..
    Puspita Wulandari@ salam kenal juga mbak

    ReplyDelete
  46. He..he.. iseng doang mam, g ada ide makanya posting duren he.he..

    Udah saya update mam tebak2an mama. Makasih udah nambahin ya Mam.

    ReplyDelete
  47. Iya mam Di Bengkulu juga ada 30 kepsek yg ditangkap. Wah, jaman uedyan tenan Mam.

    ReplyDelete
  48. Bravo buat Kartini-kartini abad ini..
    Bravo Perempuan Indonesia....

    ReplyDelete
  49. wah bener2 panas sekali skg di bali mam, minum aer bisa segalon nie sehari :D kagak nahan hikzzz

    ReplyDelete
  50. Kartininya pd sibuk FB ama ngBlog neh...hehhehee

    ReplyDelete
  51. Sisi Lain Kartini : Pelopor Kebangkitan Nasional

    Sejarawan George Mc Turnan Kahin, penulis buku Nationalism and Revolution Indonesia, mengatakan bukan Budi Utomo pelopor pembaruan pendidikan di Indonesia melainkan Kartini. Sementara itu Profesor Ahmad M. Suryanegara, dalam buku Menemukan Sejarah, menuturkan Kartini tidak hanya berjuang untuk perempuan, tapi juga untuk membangkitkan bangsanya dari kehinaan. Asvi Warman Adam menyimpulkan pula Kartini tidak hanya tokoh emansipasi perempuan, tetapi juga pelopor kebangkitan nasional.

    Selengkapnya
    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/04/kartini-pelopor-kebangkitan-nasional.html

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar jika ada yang ingin anda sampaikan untuk postingan ini.
Regard,
Mama Hilda