Sunday, February 1

Arti Baru Atas Konflik Timur Tengah

Hanya berjarak sepuluh hari setelah Israel secara sepihak menggumumkan ceasefire, Gaza kembali dibombardir oleh sapuan roket yang bermaksud menghancurkan ratusan terowongan-terowongan bawah tanah, yang menghubungan antara Gaza dan Mesir, dan diduga kuat sebagai sarana penyelundupan misil dan roket yang mempersenjatai kelompok militan Hamas. Serangan Israel yang membabi-buta ini semata ingin menghabisi cadangan senjata yang dipunyai oleh kelompok Hamas, sehingga dengan menipisnya cadangan persenjataan yang mereka miliki akan menjamin keamanan wilayah Israel.

Serangan Israel, meskipun dalam kondisi tekanan dari PBB, namun secara politis berhasil melebarkan gaungnya keseluruh Timur Tengah sampai ke Iran dan mencoba menantang pemerintahan Barack Obama yang ingin menyelesaikan konflik ini melalui jalur diplomasi.

Meskipun para petinggi Israel tidak mengutarakan secara gamblang, tetapi jelas bahwa dengan menaklukkan Hamas akan mencoreng popularitas pemimpin kelompok ini dimata penduduk Palestina dan menghapuskan kekuasaannya untuk mengaburkan tuntutan Hamas. Bahkan saat ini sudah tampak, bahwa Palestina sendiri terpecah dalam dua faksi yang berseberangan, sehingga kalaupun perundingan perdamainan terwujud, kedua kelompok yang berkuasa di Palestina harus diikutsertakan.

Mungkin dengan ditaklukkannya kelompok Hamas, akan memudahkan bagi Israel untuk mewujudkan perjanjian damai dengan negara-negara arab lainnya, dan memetakan posisi negara-negara Arab lainnya terhadap serangan tersebut, sehingga perjanjian damai dengan negara-negara Arab dapat tercapai dengan mudah. Serangan ini pula bukan sekedar untuk memberi pelajaran pada kelompok Hamas, tetapi lebih dari itu, dengan bersikukuhnya kelompok Hamas untuk membalas serangan Israel, menambah jumlah korban jiwa dari penduduk sipil dipihak Gaza, sehingga lambat laun rakyat Gaza sendiri tidak akan menyalahkan Israel tetapi akan menyalahkan pemerintahan Hamas.

Dari serangan ini, telah jelas terlihat bagaimana, posisi Mesir yang secara terang-terangan anti Hamas, dan dalam kesempatan pertemuan Liga Arab, Menteri Luar Negeri Saudi Arabia secara tidak langsung mengumpat tindakan Hamas yang memprovokasi terjadinya kembali kontak senjata, dan inilah skenario yang diinginkan oleh Israel.

Mungkin dunia Arab sendiri dilematis untuk menyelesaikan konflik ini, karena disatu sisi Dr Barghouti, salah satu mantan menteri dalam kabinet koalisi Fatah dan Hamas, mengatakan bahwa pemecahan konflik ini dapat terselesaikan dengan cara Either confront them, which makes them more extreme, or accept them in the political process.”

Dua solusi tersebut akan memunculkan persoalan lain, menetang mereka akan semakin menjadikan kelompok ini semakin ektrem, sementara menerima mereka dalam proses politik akan semakin memberi semangat pada kelompok-kelompok militan yang tersebar di Mesir dan Jordan dan makin membuat peminpin-peminpin negara tersebut terancam, terlebih dengan adanya campur tangan Iran didalamnya, akan semakin menguatkan pengaruh Iran sebagai aktor pengendali utama di kawasan tersebut, terutama dalam program nuklirnya.

Konflik Gaza, jika boleh dikatakan adalah samacam harem -simpanan- untuk kepentingan negara-negara Arab sendiri, sengaja konflik ini dibiarkan berkepanjangan untuk melindungi wilayah Arab lainnya agar tidak terancam oleh keberadaan Israel. Mungkin secara kasarnya untuk menyibukkan Israel sehingga tidak mengganggu stabilitas negara Arab lainnya.

Sementara disisi lain, Israel terancam dengan keberadaan Iran yang ingin melebarkan pengaruhnya dikawasan Timur Tengah. Mungkin karena common interest inilah akhirnya kita bisa perhatikan bahwa sesungguhkan negara-negara Arab sendiri tidak ingin Hamas dibiarkan begitu saja, ada semacam tolak ulur kepentingan, sehingga semakin mengkaburkan penyelesaikan konflik Palestina ini. Ada pepatah yang sangat terkenal dalam politik yang selalu saya ingat 'the enemy of my enemy is my friend'. God Knows...

44 comments:

  1. walah, ruwet sekali, belum lagi yang dimainkan turki...
    makin mendung aja dunia ini...
    diterusin to tulisan ini mbak, kayaknya mesti deh...
    (harap, harap, haraaap)

    ReplyDelete
  2. uhuyyyy, kayanya ini analisisnya mama neh..huehehe..

    adohhhh klo konplik2an terus..kesian jg yg jadi korban..hikzzz..rakyatnya :(

    ReplyDelete
  3. yup! setuju. konflik itu memang sengaja dipelihara (sama dengan amrik yang 'memelihara' para teroris) agar suatu saat dapat menjadi trigger jika diperlukan untuk ekspansi. israel bisa saja menuding entah hamas atau hisbullah dilindungi oleh iran, suriah dll. sama ketika afghan dituduh melindungi taliban.

    ReplyDelete
  4. suryaden@memang makin ruwet, makanya diperlukan kejelian tersendiri untuk membaca taktik luar negerinya negara-negara yang mempunyai nafsu menjadi negara besar. kalau menurut saya, sistem kenegaraan yang kuat plus kekuatan militer yang kuat juga :). Jika turki sebetulnya dia lebih tersibukkan dengan masalah PKK-nya (partai kurdi) yang tersebar diwilayah perbatasan Turki, Iran dan Irak. Lagi2 legasi kolonial yang sengaja memetak-metak bangsa kurdi tersebar di 3 wilayah itu, supaya selalu mengobok-obok stabilitas negara yang bersangkutan.
    Nara@ bukan murni analisa saya kang, tapi ini hanya hasil dari baca sana-sini, karena sebetulnya media hanya memaparkan kejadian, tapi dibalik itu semua ada pesan-pesan tersembunyi yang harus diperhatikan.
    Sibalho@ konflik mideast memang seperti policy US sebelum menyerang afghanistan kalo ga salah 2004 lalu, dengan membiarkan Taliban menguasai Afghan, mempersenjatai mereka, kemudian menghancurkan mereka, hanya kasus timteng terkesan negara2 arab diperalat oleh Israel sehingga secara tidak langsung mereka juga mau tidak mau tenggelam dalam skenario yang dibuat oleh Israel. Apalagi ada common enemy, Iran..

    ReplyDelete
  5. Wah mama jeli banget, saya malah g kepikir sampe kesitu. Yang saya tahu sebagian negara di timur tengah tetep diam karena mereka tidak menyukai Hamas.

    Ternyata ada tujuan politis lain ya. Tapi apapun alasannya, saya berharap kedamaian selalu tercipta. =(

    ReplyDelete
  6. memang rumit klo dilihat sekilas ke belakang, namun mudah2an Allah S.W.T melaknat kaum dajjal dari muka bumi dan mengembalikan mereka ke neraka Jahanam ... amin...

    jihad is no 1 to destroy Israel

    ReplyDelete
  7. itulah politik atau taktik itu, sangat sulit dipahami terutama orang awam spt saya.
    thanks postingannya ya..mama

    ReplyDelete
  8. weahahaha...
    sip banget, saya tetep aja pengin turki jadi beberapa pargagraf yang mencengangkan saya, kan dari situ lihat turki agak jelas ya to...
    kekekeke..

    ReplyDelete
  9. seno@bukan jeli kang..tapi memang itulah kenyataannya, makanya politisi2 negara2 berkembang itu kebanyakan disibukkan dengan urusan domestik doang.
    Ali Munandar@memang rumit, tapi kalo kita hanya berdo'a aja ngga cukup kang, tetapi kejelian dibalas dengan kejelian juga :)
    Penny@sama-sama ya mbak
    suryaden@turki, eropanya arab ya..masuk ke UE masih kejegal karena issue human right di perbatasan wilayahnya.

    ReplyDelete
  10. Yang saya sayangkan, kok mereka gak bisa bersatu ya. Memang dari dulu susah bertemu pendapat ya

    ReplyDelete
  11. itulah sebetulnya yang terjadi ma...perang itu sudah bukan murni antara israel dan palestina ataupun hamas..tapi sudah menyangkut politik antara negara2 arab sendiri..
    saya makin prihatin saja..politik itu memang kejam yah..korban2 yang berjatuhan sudah tidak diperdulikan lagi...
    makin ruwet lah semuanya..

    ReplyDelete
  12. Yach... konflik Israel dengan sejumlah negara di Timur Tengah, terutama Palestina penuh histori dan dendam. Juga intrik politik serta lobi global. Sangat sulit untuk melihat kedamaian dalam waktu dekat. Sungguh menyedihkan

    ReplyDelete
  13. Moga aja Indonesia nggak sdampai ya!!

    ReplyDelete
  14. met malam aku dateng lagi nih mba, wah artikelnya politik yah mba, waduh aku mah gag bisa...masih di bawah umur...

    ReplyDelete
  15. erik@ ya memang dibuat supaya begitu
    atca@ nyawa rakyat sipil ngga berharga ya mbak, dijadikan tameng jadinya.
    Izka@ betul mas izka, sulit mempertemukan mereka dalam kedamaian
    Brigadista@ moga indonesia selalu damai
    harry@orang dibawah umur kok klayapan malem-malem hayoo

    ReplyDelete
  16. kayaknya dunia ini lama2 tak ada lagi yang aman....
    kalau gini terus......

    ReplyDelete
  17. Iya ma cuma iseng he..he... g ada kerjaan he..he... piye kabare ma?

    ReplyDelete
  18. nah sekarang bisa koment... dari tadi bolak balik gak bisa hiks,...

    ReplyDelete
  19. namanya politik gak mengenal lawan dan kawan bahkan saudar bisa dipecah belah gara2 politik suami istri bisa bercerai gara2 politik. org yang gak tau apa2 jadi korbannya.

    ReplyDelete
  20. analisanya mantab... membuka mata akan scenario2 yang (mungkin) tengah dimainkan aktor2 panggung sandiwara dunia ini....

    ReplyDelete
  21. perang... peraaang lagiii... tak pernah berhantii...(iwan Fals)
    Apa sih yang mereka cari, mengapa perang yang mereka lakukan, kalau mengatasnamakan perdamaian???
    salam kenal maaah....

    ReplyDelete
  22. Saya sangat prihatin dengan penderitaan rakyat sipil muslim Palestina, semoga mendapat imbalan surgaNya.
    Saya kebetulan mendengar siaran berbahasa Inggeris tentang kotbah pendeta kristen di radio secara tidak sengaja tadi pagi. Menurut sang pendeta, israel mempunyai hak legal atas tanahnya (saya kurang jelas batas2 tanah yg dimaksud sang pendeta) berdasarkan kitab suci Yahudi dan juga injil. Tanah tsb harus diambil dengan menginjakkan kaki mereka di tanah2 tersebut. Mungkin atas dasar pikiran itu, Israel begitu ekspansif dan kuat militernya.
    Kalau soal politik, saya tidak paham.
    Walau rasanya sangat sulit tercapai, saya harap semua yang terlibat konflik dapat kembali berdamai.

    ReplyDelete
  23. Katobengke@ kalo aman para petinggi negara ngga ada yang digaji nanti ya..hehehe
    MJ&Lyla@ politik mana yang menguntungkan jadi kawan, meskipun melindas teman yang sudah sekian lama dekat.
    Pengin ngeblog@ kalo melihat media aja, kita dibohingi aja mas..
    madhiysta@ tentaranya ongkang2 aja kalo ngga ada perang, rugi budget militer nya hehehe
    Dilasari@ itu kalau dilihat dari segi kepercayaan mbak, karena memang disitu muara sejarah agama-agam Ibrahimi..terlepas dari itu justru orang yahudi ortodok malah menentang agresi perebutan palestine, karena mereka percaya bahwa selamaya israel sudah ditakdirkan dalam diaspora. tetapi terlepas masalah tersebut ada intrik politik yang menungganggi kepentingan tersebut.

    ReplyDelete
  24. Alhamdulliah, udak ok, dahbisa di akses lagi...sempet BT juga Mam, beberapa hari ini saya sangat terganggu beraktivitas gara2 itu. Hati2 aja kalo ada yang eneh2 ke email, delete-in aja..

    ReplyDelete
  25. mampir subuh mam :D

    baru bisa mampir, setelah dirusuhi...hihihi

    ReplyDelete
  26. damai... damai... damai...

    saya yakin sekarang adalah akhir dari kemenangan israel, dan awal dari israel crying... tunggu saja saatnya... karna saya yakin dengan kekuasaan Tuhan YME. dan saya masih inget ada pepatah yang mengatakan "segala sesuatu yang kita perbuat pasti ada akibatnya"...

    ReplyDelete
  27. Hue.he... gimana ma? Ada perkembangan apa nih?

    ReplyDelete
  28. mampir subuh neh mam, lagi mau nangkep pencuri CD..kale aja ngumpet disini..hihihi

    thanks ya mam komennya, pertamaxxx terus...hehehe :)

    yah postingan masih awet nyang ene :D

    ReplyDelete
  29. assalamu'alaikum wrwb my sista...maaf nih dah hiatus blogging 3 mgg zie, kalau dengan berita Palestina selalu menyisakan air mata dan sesak dada...selalu saja kepentingan ego dan kekuasaan mengalahkan sisi kemanusiaan shg anak dan orang tak berdosa mjd korbannya

    ReplyDelete
  30. Israel Fuck Forever....
    Israel is DEVIL...
    Israel Teroris yang abadi..
    Go to HELL wahai Israel Laknatullah

    ReplyDelete
  31. di mesir sini...tiap2 aku denger berita..mereka selalu saja terdengar kontra dgn hamas... di cenel jazeerah juga bgitu.

    gak negrti juga :(... gak ngikutin banget aku politik luarnegri...

    ReplyDelete
  32. Semoga maslah palestina cepat selesai..kasiha ya saudara2 kita di Timur Tengah

    ReplyDelete
  33. sebenarnya apa sih yang dicari israel.......
    kekuasaan atau apa......
    tunggu ntar juga pasti kamu akan lenyap dari muka buni ini..
    itu doaku

    ReplyDelete
  34. Iya ma, masih damai cuma sekarang mental jauh banget hue..he..

    ReplyDelete
  35. met malam mama..baru mampir lagi..

    ReplyDelete
  36. waduh kok ruwet gitu ya? mama nih pengamat kerja di PBB apa? kok hapal banget masalah ginian?

    ReplyDelete
  37. Menjenguk... masih kedinginan ya

    ReplyDelete
  38. ya masa ke jepara! ke pakistan lah! hehehe. nggak usah pake pesawat, berenang aja hehee

    ReplyDelete
  39. met malam mam... lagi sibuk apa neh

    ReplyDelete
  40. G tau deh ma, kalo ngurusin si Mbah ma ruwet ma he..he..

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar jika ada yang ingin anda sampaikan untuk postingan ini.
Regard,
Mama Hilda