Tuesday, December 30

Tahun Baru, Menata Kembali Misi dan Visi Kedepan

Sudah sejak bertepatan dengan tahun baru Hijriyah yang lalu sudah berniat update, hanya tidak sempat-sempat duduk sejenak membuat cacatan kecil untuk rumah kedua ini.

Tahun baru, selayaknya kita sikapi dengan semangat baru, membuat format visi dan misi kita kedepan, memberikan prioritas pada capaian tahun lalu, yangmana barangkali ingin kita sempurnakan, kita perbaharui atau kita ulang kembali, agar capaian yang akan datang lebih maksimal.

Tahun baru kali ini, kita lihat dibelahan dunia berbagai kejadian yang menyerobot mengalihkan perhatian media, meskipun terkadang luput dari perhatian kita, mulai dari kemenangan Barack Obama, Lemparan sepatu pada lawatan farewell George W. Bush, sampai peristiwa Mumbai yang berbuntut pada eskalasi hubungan Indo-Pakistan yang kian menegang, yang terbaru, kita saksikan Gaza kembali benjir darah, yang serangan ini justru didukung oleh presiden terpilih Barack Obama. Sementara United Nation sepertinya tidak terdengar suaranya...

Belum lagi krisis global yang melindas hampir semua negara, Iceland mengumumkan negaranya dalam keadaan bankruptcy, sementara negara-negara berkembang layaknya Indonesia terseok-seok untuk tetap bisa menyelamatkan diri dari arus krisis gobal ini.

Disisi lain, Kyoto Protocol yang sampai sekarang terkatung-katung karena rata-rata negara-negara industri tidak bersedia meratifikasinya, karena lagi-lagi alasan profit, padahal dampak kerusakan lingkungan, climate change, dimana dibeberapa negara mengalami musim dingin yan ektreme dan sebaliknya musim panas yang ekstrem pula.

Dan masih banyak lagi kejadian yang terkadang luput dari mata dan pendengaran kita, atau mungkin mata dan telinga kita yang sengaja menutup diri dari semua kejadian tersebut.

Baru beberapa bulan terakhir ini saya menekuni blogging, meski umur postingan blog ini sudah lama, tetapi baru beberapa bulan ini saya mulai menyapa kawan-kawan yang sudah sudi ikut meramaikan blog yang polos ini. Hanya sebuah blog dari seorang Ibu dari dua anak perempuan yang mencoba mengisi waktu kosongnya disela kesibukan domestiknya. Jauh dari apa yang disebutkan oleh kang Seno yang menyebutkan saya sebagai seorang jurnalis, waduh, tulisan saya tidak ada yang layak muat media massa kang, terlalu kaku kata suami saya dan masih banyak yang perlu diperbaiki. Saya hanya berbagi wacana adsense yang pernah diajarkan saya dari seorang kawan lama, itupun hanya setengah-setengah optimalisasinya, karena memang masing-masing mempunyai tips sendiri-sendiri untuk mengembangkannya. Secara pribadi saya ikut senang kalau tips-tips tersebut cocok dipraktekkan oleh kang Seno. Ntar kalo udah dapat kiriman cek..jangan lupa traktir ya...

Mungkin terkadang postingan yang tidak karuan juntrungannya, kadang satu saat saya posting tentang masakan, tapi dilain waktu saya posting sebuah refleksi dari sebuah event, atau tau-tau posting tentang drone attack di kawasan tribal area. Well..just me, yang berusaha menyempil disela-sela ramainya dunia virtual. Saya hanya terimakasih pada sobat-sobat yang bela-belain meluangkan waktunya membaca postingan yang tidak ketauan juntrungannya ini, menyempatkan diri untuk sebaris dua baris memberikan komentar pada tulisan tersebut, semoga semua itu semakin memotivasi saya untuk terus memperbaiki tulisan-tulisan yang saya posting di blog ini.

Untuk semuanya saya ucapkan:
Selamat Tahun Baru Hope this new year will bring new dimension to brighten your future..

Penghargaan ini saya teruskan ke kawan-kawan yang ada di blogroll saya, silahkan ambil award penghujung tahun dari saya yang 'cupu' meminjam istilahnya kang Nara. Juga saya ucapkan Selamat Datang di Dunia Blogging untuk adik saya tercinta, yang baru beberapa hari lalu belajar ngeblog, dan masih mencoba memformat blognya.


Friday, December 26

Akhirnya Rentetan Acara itu Selesai...

Sudah beberapa hari yang lalu sudah terlewati rentetan acara-acara yang diadakan dalam rangka menyambut Hari Ibu, diantaranya lomba bowling, kemudian hari Sabtu yang lalu dengan acara seminar yang mengangkat tema kekerasan dalam rumah tangga, yang salah satu makalahnya saya postingkan beberapa hari yang lalu. Kemudian hari Seninnya, seperti biasa upacara dalam memperingati hari Ibu, pemberian ucapan selamat dari suami masing-masing sambil memyerahkan setangkai bunga mawar. Nah ini yang pertama kalinya saya dikasi bunga sama yang namanya suami, kalau bukan karena masuk disusunan acara duh..never dia bela-belain beli bunga hanya untuk dikasi saya, hehehe mendingan beliin yang lain. Kemudian, disusul dengan acara lomba masak yang pesertanya para bapak-bapak.

Ada yang lucu di acara lomba masak ini, karena memang notabene para bapak-bapak ini ngga jago-jago amat dalam memasak, sementara kriteria yang masuk penilaian antara lain, rasa, kebersihan, penampilan, hiasan hidangan dalam waktu 20 menit...bisa kebayang, khan gimana kalau bapak-bapak masak, pasti kocar-kacir semuanya, kotor semuanya. Dan lomba pasti ada yang menang, yang jelas bukan bapaknya Hilda, karena pada waktu itu kebetulan ada acara menghadiri seminar. Munkin kalau ikutan bisa menang kali ya..karena hampir tiap hari saban pagi, saya dimasakin nasi goreng hehehhehe, ketauan males masakin suami..bukan karena malas tapi membagi tugas, biasa kalau bapak-bapak suruh memilih ngurus anak atau mau bikin makan, pasti milih yang terakhir, meskipun setelah masak biasanya dapur saya berantakan ngga karuan...seperti ada bekas gempa.

Dan kisah yang lain, Hilda sudah selesai testnya, mulai libur tanggal 25 kemarin sampai hari Senin tanggal 5 Januari mulai masuk kembali, libur musim dingin..entah belum ada rencana mau plesir kemana ini ya, ngajak anak-anak, maunya ke Bhurban, daerah bersalju yang kira-kira 2 jam perjalanan dari tempat kami, hanya dinginnya udara membuat saya ngga kepengen kesana, apalagi tambah salju tebal....

Saya jadi ingat kawan FS saya yang sekarang sedang di Lebanon, seorang tentara misi perdamaian yang ditugaskan di Lebanon selatan, yang kebetulan pengiriman kontingen tersebut bertepatan pada waktu musim dingin, jadi begitu tiba disana tentara-tentara tadi malah sibuk main bola salju dulu..hehehhe, saya sempat senyum-senyum sendiri baca beritanya di Detik.com.

Kalau saya pribadi, mau memilih, kalau bisa nganget mah ngga perlu nyari salju, paling enak dirumah aja, pergi ketika siang matahari sedang bersinar. Dan hari ini sepertinya matahari enggan memancarkan panasnya, menambah dinginnya udara.

Thursday, December 18

PANDANGAN ISLAM TERHADAP KEKERASAN RUMAH TANGGA

Oleh: Muhammad Niam Sutaman LLM dan Kamilia Sutaman MA

Ditulis dalam rangka menyambut Hari Ibu

Setiap orang di dunia ini, tidak menginginkan menjadi korban kekerasan dalam bentuk apapun dan karena alasan apapun. Tetapi realitas sosial yang penuh dengan ragam kepentingan terkadang, dengan kesadaran atau tanpa kesadaran, memaksa orang untuk berbuat timpang dan menindas orang lain. Kekerasan-kekerasan pun terjadi dan masih terus akan terjadi selama konflik kepentingan itu masih ada dalam kehidupan ini. Semangat untuk mencari dan mewujudkan keadilan, menjadi penting untuk terus digulirkan dalam rangka menghapuskan ekses ketimpangan kehidupan, menghentikan kekerasan dan memberikan perlindungan kepada korban.

Kasus-kasus kekerasan dan penindasan yang menimpa kemanusiaan telah memotivasi banyak kalangan untuk mendakwahkan cara hidup dan pranata kehidupan yang lebih adil dan penuh kedamaian. Perbudakan manusia, penjajahan bangsa, perampasan sumber daya, kekerasan terhadap buruh dan minoritas, serta segala jenis kekerasan berbasis gender menjadi isu global yang diserukan untuk dihentikan. Sebagian sudah berhasil, seperti perbudakan manusia dan penjajahan dunia—walaupun saat ini wacana tentang perbudakan moderen (modern slavery) masih dirasakan oleh sebagian kalangan manusia seperti fenomena perdagangan manusia terutama pada perempuan dan anak- anak. Sebagian yang lain masih harus terus diperjuangkan untuk mendapatkan perhatian yang lebih layak.

Kelanjutan tulisan ini silahkan klik disini

Postingan Iseng...

Berhubung sedang tidak mempunyai ide yang ingin di posting di blog ini, ditambah listrik yang sedang kumat lagi, biasa loadshedding berlaku lagi rupanya, itu artinya dalam sehari kita dapat giliran mati listrik lagi. Satu jam mati listrik lumayan, akhirnya inget masak untuk makan siang. Hanya, bingung mau masak apa ya hari ini, bolak-balik ke freezer ada apa yang menarik untuk diolah, masakan yang sekiranya saya ngga perlu masak dua kali, untuk kita berdua dan anak-anak juga mau..

Musim dingin seperti ini memang sepertinya perut maunya diisi terus, bawaannya lapar melulu, mungkin karena dingin ya..saya sendiri juga krasan didapur lama-lama kalo musim dingin, anget lama-lama dekat kompor hehehe, hanya kalau musim panas, wah jangan ditanya, maunya hanya minum juice dan buah, makan berat paling malas, karena memang saking panasnya jadi inginnya makan yang seger-seger. Disatu sisi, itulah ngga enaknya musim panas, tapi disisi lain tiap musim panas ditandai dengan munculnya berbagai macam buah yang beraneka ragam, dari mulai buah aprikot, plum, cherry, peach, anggur hijau yang manisnya bukan main, pear, mangga yang manisnya ngalahin mangga manalagi, jenisnya mangga Chounsa, garbusa (blewah tapi manis), melon, semangka..pokoknya pada waktu musim panas keluar deh semua.

Tetapi begitu musim dingin, yang ada hanya buah jeruk, pisang karena selalu ada disemua musim, apple dan kalaupun ada yang macam-macam biasanya buah import, tapi musim dingin kita ngga terlalu suka mengkonsumsi juice buah, dingin. Sekarang saja temperatur rata-rata kisarannya dibawah 10 derajat and it still far ahead, paling tidak puncaknya sampai minus biasanya pada bulan Januari, sampai maret nanti biasanya mulai memasuki musim semi.

Kembali pada kisah diatas, kemarin saya iseng mengolah ikan agar terasa yang agak lain gitu, daripada bete nungguin giliran mati lampu satu jam, akhirnya saya masak Steam Fish saus Tiram, mungkin ikannya kalau menurut saya paling enak kakap merah atau red sniper. Tapi karena ngga menemukan kakap merah saya masak aja dengan ikan yang ada di kulkas. Bawal Putih.


Yang diperlukan:
Ikan kakap merah, atau ikan laut yang dagingnya putih, dan lunak
Daun Bawang

Bumbu:
Bawang Bombay
Bawang Putih, dicincang
Jahe Dicincang
Merica secukupnya
Cabai Merah, didiris tipis, atau cabe diutuhkan.
Kecap Asin
Saus tiram

Caranya:
Lumuri ikan dengan garam, dan serutan jahe, letakkan diatas pirek, kemudian kukus didandang sampai ikan matang. Sementara itu untuk saus yang disiramkan, tumis bawang bombay, bawang putih jahe, tambahkan merica, kecap asin, tumis sampai harum dan semua bumbunya matang. Jika suka asin tambahkan garam menurut selera. Setelah sudah matang, masukkan saus tiram kurang lebih tiga sendok makan atau menurut selera, potong-potong daun bawang agak memanjang, dan masukkan ke bumbu tadi. Nah, terakhir ikan yang sudah dikukus tadi, biasanya akan keluar kaldunya, tuang kaldunya dibumbu tadi aduk-aduk sebentar, kemudian masukkan sausnya ke pirek yang ikannya sudah matang tadi.
Nah, siap deh..Listrik nyala, masakanku matang hehehhe. Selamat mencoba...

Monday, December 15

Yuk Sadar Pajak ...

Direktorat Jenderal Pajak baru-baru ini mengeluarkan sunset policy, yang mengatur permintaan pendaftaran NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Jika anda sebagai WNI yang tinggal di luar negeri, anda bisa akses melalui badan perpajakan disini dan dapat melakukan pendaftaran secara online. Silahkan anda buka keuntungan mempunyai NPWP ini di situs, sehingga suatu saat nanti anda tidak dikenai denda karena belum mempunyai nomor wajib pajak.

Kebijakan perpajakan bagi WNI yang berdomisili di liar negeri yang dikenal dengan nama sunset policy memberikan beberapa keuntungan pribadi bagi yang telah mempunyai NPWP ini antara lain:
  • Tidak dilakukan pemotongan dengan tarif PPh (Pajak Penghasilan) yang lebih tinggi.
  • Tidak dikenakan PPh Fiskal luar negeri apabila bepergian keluar negeri.
  • Untuk selengkapnya..silahkan anda akses informasinya dari situs Direktorat Jenderal Pajak yang saya sebut diatas...
Untuk tata cara pendaftaran secara online, anda bisa mendownload file tutorialnya dalam bentuk power point di situs tersebut. Terhitung tanggal postingan saya hari ini, pendaftaran online sunset policy tinggal 17 hari lagi..silahkan daftar jika anda adalah warga negara yang taat pajak. :)

Friday, December 12

Bedah Caesar Vs Epidural

Pada kebanyakan calon ibu, memasuki masa kehamilan anak pertama tentu mendebarkan, perasan tidak menentu, feeling ugly karena badan yang tiba-tiba membengkak dalam hitungan minggu. Dan lebih dari itu, dilema memasuki persalinan yang hampir semua calon ibu antara ngeri membayangkan beratnya menahan sakit yang kadang tidak bisa diprediksikan berapa lama. Ada sebagian yang menahan kontraksi persalinan sampai belasan jam sebelum persalinan sebenarnya dimulai, sehingga masa ini si ibu nyaris kehabisan tenaga, atau bahkan akhirnya dokter memvonis untuk melakukan bedah caesar karena si ibu dinyatakan tidak bisa lagi melanjutkan persalinan normal.

Bedah caesar sebenarnya bukanlah opsi pertama selama posisi bayi yang ada di kandungan dapat diusahakan lahir secara normal, jika masalahnya hanya karena si ibu yang terlalu lemah untuk menahan kontraksi persalinan, hal tersebut bisa diatasi dengan suntikan penahan sakit, atau dikenal dengan anestasi epidural.

Saya pribadi bukan dokter, saya hanya ingin berbagi sebenarnya apa sih anestesi epidural itu? Mungkin kebanyakan dokter lebih menganjurkan caesar sebagai opsi pertama jika pasien tidak mengetahui epidural, karena memang secara nominal profitnya lebih, dibanding jika pasien minta anestasi epidural untuk membantu proses persalinan.

Epidural ini, biasanya disuntikkan di sumsum tulang belakang pada saat telah terjadi kontraksi yang disertai pembukaan, (bukan kontraksi palsu-red), mungkin begitu jarum dimasukkan sakitnya bukan main, karena waktu itu saya dipegangin oleh dua orang perawat untuk menahan badan saya agar jangan sampai jarum epidural tadi bergeser, karena jika sampai salah suntik bisa mempengaruhi bagian syaraf katanya. Tetapi begitu obat masuk, setengah badan akan mati rasa, kaku, tetapi kita tetap sadar dan merasakan kontraksi yang kian kuat, sampai pada saat persalinan kita tetap diharapkan membantu mengejan untuk memudahkan proses kelahiran.

Selama itu, sampai dengan kelahiran bayi kita tidak merasakan sakit yang menyiksa, hanya memang perlu selalu dicek terus menerus. Dan persalinan tetap berjalan secara normal tanpa ada sayatan bedah diperut, yang proses recovery (penyembuhan) nya minimal memakan waktu enam bulan, itu pun akan selalu terasa kejang didaerah bekas jahitan, jika operasi caesar. Sementara jika dengan bantuan epidural, proses kelahiran tetap alami, dan masa penyembuhan lebih cepat.

Sebelum memutuskan untuk meminta epidural, sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena memang epidural ini biasanya yang melakukan adalah dokter ahli anestasi bukan dokter kandungannya. Nyaris tidak ada efek samping apa-apa, dan epidural ini juga tidak memberikan pengaruh apa-apa pada bayi yang dikandungan.

Beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan kawan lama saya seorang dokter, saya tanyakan kenapa epidural sepertinya tidak banyak disinggung di Indonesia, jawabnya seperti yang saya utarakan diatas tadi, profit untuk bedah caesar lebih tinggi dibanding jika menawarkan epidural pada pasien, maka tidak mengherankan, banyak para calon ibu yang takut melahirkan akhirnya ditawarin untuk bedah caesar.

Bagi saya pribadi, dengan epidural membantu agar saya bisa selalu rileks dan tidak dihingapi rasa takut menunggu proses persalinan, yang waktu itu anak saya pertama Hilda memakan waktu sampai 13 jam, saya tidak bisa membayangkan menahan rasa sakit selama itu, kata dokternya still long way to go..i'll come tomorrow, waduh sampai kapan ini? untungnya dokternya pengertian, sehingga dia menawarkan epidural..dan benar, memang keesokannya baru lahir, dokternya datang tepat pada mendekati waktunya...dan anak kami yang pertama lahir pada bulan Juni 2004, disaat Islamabad sedang terik-teriknya musim panas, temperatur maksimal kisaran 46-50an derajat.

Saya hanya bertukar informasi, semoga bisa diambil manfaatnya, jika anda tidak berkenan membacanya silahkan skip saja, tapi jika anda haus informasi silahkan untuk lebih jauhnya anda bisa cari referensinya mengenai epidural pros and cons. Atau cukup dengan kata kunci epidural anda akan mendapatkan segudang informasi. Postingan ini hanya sebuah ungkapan dari apa yang pernah saya alami. Terutama kang seno yang katanya sedang jadi calon bapak :) Selamat ya. Thanks buat semua yang sudah menyempatkan waktu untuk membacanya..

Tuesday, December 9

Selamat Hari Raya Idul Adha

Maaf kalau postingan ucapan selamat baru saya posting hari ini, hal itu karena baru hari ini kami yang berada di wilayah Pakistan merayakan lebaran Idul Adha ini. Ada tulisan menarik tentang keutamaan ibadah kurban yang pernah ditampilkan di situs ini, mungkin ada baiknya saya ambil sepenggal tulisannya untuk sekedar mengingatkan kita akan keutamaan ibadah kurban. Tulisan ini ditulis oleh salah satu kawan kami Andri Gunawan, sayang tidak ada blognya sehingga saya tidak bisa memberikan linknya.

Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu secara materi. Ini seperti dijelaskan oleh Rasulullah Saw, "Barang siapa memiliki kelapangan rizki (keuangan), lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami,"(HR.Ahmad). Maka bagi kaum muslimin yang telah mampu atau kuasa menyembelih hewan kurban, hendaklah melaksanakannya tanpa ragu-ragu sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Perintah melaksanakan ibadah kurban mempunyai beberapa keutamaan, diantaranya sebagai berikut:

Pertama:Pengampunan dari Allah Swt. Rasulullah Saw telah bersabda kepada anaknya, Fatimah, ketika beliau ingin menyembelih hewan qurban.”Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Swt, Rabb alam semesta (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)


Kedua: Mengharap keridhaan dari Allah Swt. Allah Swt telah berfirman: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya"( QS:Al Hajj[22]:37)

Ketiga: Ibadah kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha. “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

Keempat: Hewan kurban sebagai saksi di hari kiamat. “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

Kelima: Mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih, ini merupakan penggambaran saja tentang betapa besarnya pahala itu, hal ini dinyatakan oleh Rasulullah SAW. "Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Idul Adha bukanlah hari raya biasa. Untuk merayakannya tidak sekedar bertakbir, tahlil, tahmid serta bertasbih. Yang dilanjutkan dengan shalat ied dan menyembelih hewan kurban. Tapi lebih dari itu, idul adha melalui syariat kurban mengingatkan kita untuk merenung, berpijak , dari keagunanan sejarah yang melatar belakanginya tentang pengorbanan Nabiyallah Ibrahim dan putra tercinta Ismail, anak yang sangat disayangi dan menjadi buah hati selama ini ternyata harus di sembelih sebagai perintah Allah Swt.

Demikianlah, semoga kita termasuk yang dapat berkurban pada tahun ini, insya Allah dengan rezekim yang berkah dan rahmat dari Allah Swt kita dapat mengeluarkan kurban di tahun mendatang, amin.

Kemudian saya ucapkan terimakasih untuk mas Agung yang menyempatkan diri untuk memberikan e-card yang unik ini, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha juga, semoga kita dapat memaknai secara mendalam hakikat Idul Adha kali ini dan semakin bersyukur kepada yang memberi hidup Allah swt. Dan saya tujukan kepada para sahabat-sahabat dan rekan-rekan yang merayakan Idul Adha, saya ucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA..
Photobucket

Friday, December 5

Menunaikan Ibadah Haji, Apa Yang Perlu Diperhatikan...


Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang lima, ada persayaratan yang perlu diperhatikan dalam menunaikan ibadah haji ini. Dan diantara persyaratan utama adalah mampu, saya garisbawahi karena mampu disini tidak semata mampu sebatas materi, tetapi lebih dari itu, mampu secara lahir dan batin, baik jasmani dan rohani, karena ibadah haji ini sebuah cobaan mental dan fisik.

Mampu dalam arti materi tidak menjamin seseorang bisa dengan mulus dapat manunaikan ibadah haji, karena ibadah yang satu ini adalah sebuah panggilan, hal tersebut dapat dipahami bahwa diantara bacaan yang dianjurkan agar sering dibaca ketika kita menunaikan ibadah haji adalah Labbikallahumma Labbaik..yang artinya Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah.. Ada diantara jama'ah yang orangnya pas-pasan tetapi bisa melaksanakan ibadah haji, ada juga yang kaya raya tetapi belum mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Hal ini mengingatkan saya beberapa tahun (2004) yang lalu, ketika itu saya berangkat bersama suami dengan perencanaan yang hanya 2 minggu, suami yang kebetulan diminta Pak Dubes waktu itu untuk menyertai keluarganya, plus keluarga Bpk Atase Militer bersama istri dan putrinya, dan juga rombongan keluarga lainnya sehingga pada waktu itu kita ber-15 rombongan dari KBRI Islamabad.

Saya yang pada waktu itu tidak yakin untuk berangkat bareng rombongan itu entah kenapa tiba-tiba ada saja jalan keluar, baik itu yang berupa materi maupun kemudahan administrasi, yang antara lain pengurusan visa haji yang terkadang sulitnya bukan main. Urusan kuliah saya, yang pada waktu itu saya masih ambil program S2 Sospol dan HI, pas sedang ujian final juga, dan ada 3 mata kuliah yang jadwalnya bertepatan dengan jadwal keberangkatan kita, negosiasi sana sini, akhirnya dosen setuju agar jadwal ujian diimajukan sesuai tiket keberangkatan kita. Ada enaknya juga jadi mahasiswi kesayangan hehhehehe, bukan karena apa, mungkin dia seneng karena tugas-tugas, riset, paper selalu on time saya kumpulkan. Sementara pada waktu itu Hilda (putri kami yang pertama masih berumur 9 bulan), duh yang satu ini beratnya minta ampun…

Tetapi bapak saya yang pada waktu itu sedang menunaikan haji turut membesarkan hati saya, bahwa meninggalkan anak itu lebih baik daripada dibawa serta, karena kondisi yang hiruk pikuk, disamping itu pula berkumpul dengan banyak orang anak rentan capek dan mudah sakit, akhirnya saya dan suami membesarkan hati untuk meninggalkan Hilda, bersama anak-anak mahasiswi yang biasa main kerumah.

Dari situ saya selalu saja yakin, bahwa haji adalah panggilan, ada seseorang yang sudah mantap haji, ongkos sudah ditangan, visa sudah dapat, tetapi tiba-tiba sakit sehingga tidak bisa menunaikan ibadah haji.

Disini akan saya coba untuk menuliskan beberapa tips yang perlu diperhatikan agar jangan sampai kita terlepas atau hilang selama menunaikan ibadah haji, antara lain sebagai berikut:
  1. Begitu anda sampai di maktab penginapan, kenali daerah tempat tinggal anda, apa nama kotanya, misalnya..tingalnya di aziziah..di gedung apa nomor berapa, dan bawa serta kemanapun anda pergi.
  2. Stay with the groups no matter what, jika bepergian dengan kelompok, jangan memisahkan diri, jika ada pembimbingnya, jangan selalu mengharapkan pembimbing anda selalu melihat anda, tetapi anda pun harus melihat dimana pembimbing jama'ah anda, karena ramainya suasana terkadang pembimbing juga kerepotan untuk memperhatikan jama'ahnya satu persatu. Jadi anda bertanggungjawab pada diri anda.
  3. Jika ketika melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, dan anda sampai terpisah dengan rombongan, sebaiknya teruskan ibadah anda sampai selesai, misalnya jika anda sedang melaksakana sa'i, teruskan sa'i anda sampai selesai. Kalau bisa, jika anda sebagai pembimbing jama'ah lakukan konfirmasi kepada jama'ah supaya jika sampai terpisah agar janjian di suatu tempat setelah menunaikan ibadah thawaf atau sa'i, biasanya tempat janjian paling mudah adalah di tugu jam Masjidil Haram, karena tugu jam ini hanya ada dua, didepan masjid tepat didepan hotel Hilton dan dibelakang dekat terminal. Nah, tempat sekitar tugu jam ini biasanya sering dibuat tempat pertemuan, jika sampai ada jama'ah yang terpisah atau tempat ketemuan jama'ah.
  4. Ketika wukuf di Arafah, jangan keluar dari maktab, biasanya tiap maktab diberi pagar sendiri sendiri untuk memudahkan pengelompokan, karena tenda-tenda ini semuanya sama, sehingga kita bisa terkecoh dan kesasar.
  5. Ketika bermalam di Muzdalifah, biasanya bis yang kita tumpangi tidak akan menurunkan penumpangkan, hati-hati jika pada waktu ini bagi yang ingin mencari batu untuk melontar jumrah, karena bis yang kita tumpangi dalam keadaan berjalan merayap, sampai menungu lewat tengah malam, untuk melengkapi rukun, yang sering terjadi, seringkali jama'ah haji turun dari bis dan ketinggalan bis nya atau salah memasuki rombongan lain, karena biasanya bisnya sama hanya nomornya yang berbeda. Jadi jika ingin mencari batu, tanyakan pada pemimpin rombongan.
  6. Selama di tanah suci, jika dalam bepergian menggunakan fasilitas angkot umum atau taksi, usahan ketika naik yang laki-laki didahulukan dan jika turun dahulukan yang perempuan, karena sering kajadian suami turun dulu, istri belum sampai turun dari mobil sudah dibawa kabur oleh supirnya..
Nah..ini hanya sebagian tips selama haji, jika ada dari pembaca barangkali ingin menambahi..silahkan tambahkan di kotak komentar saya akan posting lanjutannya…

Monday, December 1

Mumbai Terrorist Attack, What We Learn

Selama tiga hari India dalam kondisi siaga, tentara nasional NSG (National Security Guard) dikerahkan untuk mengamankan keadaan yang mendadak tidak terkendalikan, lebih dari 190-an korban tewas sementara hampir 300-an lainnya luka-luka. Selama tiga hari pula India menjadi jawara internasional di setiap channel headline news, selama tiga hari kami menyaksikan live tayangan tersebut.

Serangan teroris yang katanya diduga link Laskar-e-Taiba -kelompok militan yang sebenarnya secara resmi sudah di tutup oleh pemerintah Pakistan- dituding sebagai kunci serangan ini. Padahal pada hari pertama serangan di Mumbai tersebut, baik India-Pakistan sedang menggagas inisiatif join venture dalam memerangi terrorist dilingkup wilayah teritorialnya masing-masing, yang termasuk dalam rencana kerjasama tersebut berupa saling bertukar temuan inteligent, pengamanan perbatasan dan data-data orang-orang atau kelompok yang terlibat dalam jaringan terrorisme.

Hari itu juga, pertemuan pada tingkat kementrian sudah disepakati, tinggal meng-follow up kerjasama ini dalam bentuk yang lebih riil, tetapi sontak berubah 180 derajat, dan pembicaraan hari itu batal karena delegasi India tidak mendatangi agenda tersebut.

Apa sebetulnya yang dapat kita amati dari pergolakan ini, dan siapakah sebenarnya orang-orang terrorist yang nekat mengobrak-abrik Mumbai (kota metropolitannya India) selama tiga hari itu, menyandera puluhan orang, menembaki siapa saja, bom yang tidak kurang 150-an tewas dan terakhir total korbannya sekitar 500-an orang lebih, termasuk yang luka-luka.

Sekian kali ada inisitaif kerjasama antara India-Pakistan dalam suatu agenda selalu ada event yang kemudia menjadi penghalang terbentuknya kerjasama antara dua negara, yang disebutkan diantara pelaku serangan Mumbai adalah seorang dengan kewarganegaraan British tetapi keturunan Pakistan, sehingga tudingan seluruh mata dunia seakan-akan melimpahkan tragedi ini ke Pakistan, no more talk on join cooperation to combat terrorism between India and Pakistan, ujung-ujungnya adalah saling tuding dan saling memojokkan sehingga kerjasama yang sudah hampir gol dirintis tersebut melayang entah kemana.

Hubungan bilateral India-Pakistan telah sejak lama berfluktuasi, hal ini sangat berpengaruh pada stabilitas regional kawasan Asia Selatan yang tergabung dalam organisasi regional SAARC (ASEAN-nya Asia Selatan), karena motor utama organisasi regional ini adalah India-Pakistan, beberapa kali agenda yang dirintis pada KTT SAARC seringkali terhambat, beranjak dari ketidakberesan kerjasama inilah, seringkali diberitakan negara-negara yang tergabung dalam organisasi ini dalam kondisi yang tidak stabil.

India-Pakistan, adalah dua negara nuklir yang sama-sama kuat, pecahnya Pakistan dari India pada tahun 1947 menjadikan negara ini senantiasa dipenuhi dengan gejolak konflik yang berkepanjangan, sementara disisi lain India yang mengklaim negaranya sebagai Motherland masih mengganggap pecahnya Pakistan sebagai suatu upaya muslim betrayal, atau pembelotan orang-orang Islam dari motherland, dari sinilah sehingga konflik-konflik perseteruan seperti issue Jammu-Kashmir, Pakhtunistan, atau issue-issue lainnya sulit dipecahkan dalam strata regional.

Lebih dari itu, India sebagai negara berpenduduk terpadat kedua setelah China, adalah asset sekaligus ancaman bagi negara-negara maju, saya katakan asset, karena negara manapun yang dapat merangkul India pasti akan mendapatkan kesempatan investasi yang menggiurkan, dilain pihak sebagai ancaman, karena jika stabilitas nasional terjamin roda perekonomian berjalan beriringan dengan stabilitas nasional, maka yang terancam pertama kali adalah AS, karena sampai saat ini saya laju perkembangan ekonomi India mulai merangkak meninggalkan AS.

Jadi memang benar kata Slank, (ujung-ujungnya duit), berbagai pergolakan yang ada di negara-negara Asia Selatan ini dibuat sedemikian rupa, sehingga menghambat terbentuknya stabilitas regional di kawasan ini, agar salah satunya, menghalangi kerjasama pembangunan explorasi minyak dari kawasan Laut Kaspia (yang dikatakan cadangan minyak disini melebihi yang ada di timur tengah) melewati jalur Pak-Afghan-India, atau pembangunan proyek Pipa Gas Alam dari kawasan Afghanistan. Karena nyatanya beberapa kali kerjasama ini hampir goal, akhirnya terpaksa pending kembali.

Maka dari itu, what we learn from Mumbai Attack, mungkin ini hanya bagian dari sebuah agenda yang ingin menhambat hubungan yang kian membaik antara India-Pakistan, karena beberapa hari setelah persitiwa Mumbai yang terjadi adalah saling tuding, dan karena issuenya adalah terroris, Pakistan seperti seorang pesakitan yang tidak berdaya menerima tudingan dari berbagai media. Wallahu 'Alam Bishowab.