Ketika siang mulai memanjang, adzan Maghrib berkumandang pada pukul 7.30 sore sementara adzan Shubuh mulai terdengar jam 4 pagi, adalah pertanda siang akan semakin panjang, malam akan terasa singkat. Dan sebentar lagi sekolah-sekolah akan menghadapi ujian akhir yang akan ditutup dengan libur panjang selama musim panas. Biasanya selama dua setengah bulan libur ini anak-anak sekolah dibekali dengan setumpuk pe er yang kira-kira disebut dengan istilah fun-raiser, yang nantinya dikumpulkan mengawali masuknya masa tahun ajaran baru, pertengahan Agustus yang akan datang.
Rasanya jenuh kalau ngrasani hiruk pikuk tingkah polahnya pemerintah Pakistan yang saat ini sedang semangat menghabisi kawanan kelompok Taliban, yang beberapa waktu lalu sempat menguasai wilayah Buner, hanya berjarak 100 km dari kota Islamabad. Amerika mulai gatal-gatal dan garuk-garuk kepala, hingga baru-baru ini akan kembali mengucurkan dana tidak kurang dari 400 juta dollar untuk membantu Pakistan memerangi terorisme. Padahal sekarang tidak kurang sudah menelan sekitar 165-an juta dollar, jika dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan industri di kawasan FATA maupun Swat tentu tidak ada lagi apa yang disebut Taliban. Tapi entahlah, sepertinya Taliban ini juga dijadikan aset komoditas negara agar memudahkan kucuran bantuan asing mengalir ke dalam negeri, meskipun lagi-lagi hanya segelintir orang yang kebagian.
Kasus bom bunuh diri yang menewaskan sekitar 12 anak-anak sekolah beberapa waktu yang lalu membangkitkan kegeraman pemerintah, padahal baru saja pemerintah tengah menyetujui diterapkannya Nizam-l-Adl dengan syarat TNSM (Taliban) bersedia untuk meletakkan senjata dan tidak lagi mengancam serangan bom bunuh diri. Ah..tapi perjanjian hanya seumur jagung..
Bermula ketika suatu hari seorang anak kecil didatangi oleh orang tak dikenal dan meminta kepada keluarganya untuk dijadikan umpan bom bunuh diri. Kedua orang tua anak tersebut tentu saja menolak, sehingga keesokannya tetap mereka mengirim anaknya untuk tetap masuk sekolah, sampai tiba-tiba sepulang sekolah sang anak mendapatkan boneka mainan, entah dari siapa..dan bumm..!! ternyata mainan tersebut berisi bom dan anak tersebut tewas bersama belasan kawan lainnya..Tragis, apa untungnya..!! anak kecil ini tidak tau menahu bahkan keluarganya sendiri keberatan. Mungkin ini hanya sebuah kisah, karena masih banyak lagi nasib para suicide bomber yang melakukan aksi karena ketidaktahuan.
Peristiwa ini menaikkan amarah pemerintah sehingga seminggu ini nyaris tiga kota diserbu oleh pasukan tentara elit Pakistan, bermula dari wilayah Lower Dir, Buner, sementara di kawasan North Waziristan juga diserang oleh Drone-nya Amerika. Disisi lain Karachi memanas (kota industri dan kawasan pusat export-import terbesar yang merupakan jalur sea-exit untuk wilayah land-lock negara-negara Asia Tengah dan Afghanistan), hari ini di Karachi semua sekolah-sekolah, kampus-kampus, sampai madrasah-madrasah semua diliburkan, lebih dari 20-an nyawa melayang.
Taliban adalah neo-mujahidin zaman US ingin menghancurkan USSR, dulu mereka di tampung, di persenjatai, diberi tempat, di beri donasi kuat, sampai akhirnya melalui mereka Uni Soviet bertekuk lutut, setelah masa itu selesai, mereka dibiarkan begitu saja, dicuekin mungkin begitu kasarnya..tentu saja, idealnya begini..jika biasanya mereka dipergunakan, makmur kemudian mereka dibuang begitu saja, tentu akhirnya mereka akan mengelompok di satu tempat. Sampai kemudian mereka mendirikan negara Taliban di Afghanistan yang kemudian dihancurkan juga oleh Amerika. Terlepas kelompok ini islamist atau bukan, tapi saya hanya memandang dari sisi kebijakan strategi saja. Sampai ketika kelompok ini kocar-kacil, akhirnya mereka mengungsi membuat shelter di kawasan Tribal Area, wilayah Pakistan yang berada dekat dengan kawasan yang berbatasan dengan Afghanistan yang pemerintahannya bersifat semi otonom. Disinilah kekhawatiran US mulai gatal-gatal, mereka selalu bilang bahwa FATA the safe heaven-nya perekrutan teroris. Dan perlu anda ketahui..wilayah ini notabene dengan garis suku Pastun, yang mereka ini rata-rata sifatnya, tidak takut mati dan real gladiator, kalau boleh saya bilang.
Wes embuhlah..cerita ngga nggenah dan ngga karuan juntrungannya, lebih baik saya balik ke semula saja..mau posting award. Maaf sobat-sobat kalau baru sempat posting awardnya..
Pertama award dari mas Joe, blog opprek blogger yang banyak manfaatnya jika ingin belajar tentang blogging di blognya, dari tutorial sampai cara monetize blog juga bisa anda dapatkan di blog nya mas Joe ini. Sayang ketika posting ini blognya belum bisa diakses, jadi link nya to be continued..
Award yang kedua dari inuel dengan blog jomloku-nya yang sekarang lagi ganti kulit jadi hitam, barangkali lagi mau jadi hantu ya hehehe..awas lo nuel, blog cewek kalo hitam suka disapa mas..seperti blog saya, sering ada yang nyapa di sb dengan panggilan mas. Mungkin warna hitam identik dengan blog laki-laki kali ya..tapi ngga juga sih..untuk pe er nya saya sudah kerjaan sebelumnya, jadi nuel lihat pe er nya disini ya..
Award ketiga dari kang Dede, blog masih baru udah ketiban award, begitu katanya..makasih sekali sudah berbaik hati memberikan award ini ke saya. Semoga blog dede-online nya makin ramai, kalau udah ramai jangan lupa bagi-bagi rejeki..hehe loh apa hubungannya ya..just kidding kang..saya berharap suatu saat bisa transit di Singapura untuk minta jatah syukuran dari bisnis online nya hehehe..kapan ya..Naik SQ mahal rek..Karena dapat award jadi saya mau kasi award ke satu blog saja, yang udah ngerjain saya dengan repiu-blog, dan sempat membuat saya ngakak guling-guling karena repiu nya, tapi makasih jadi nambahin pengunjung. And the award goes to blog trimatra..baru seumur jagung tapi sudah rame aja kayaknya lalu lintasnya, sebentar lagi perlu dikasi bang-jo biar pengunjungnya ngga tabrakan.
Sampun nggih..tugas saya di akhir bulan ini selesai juga..Untuk postingan awal bulan, saya akan share resensi buku tentang Gender and Democracy in Indonesia, sebuah buku baru terbitan 2009 hasil berburu di gugel. Karena beberapa waktu lalu saya pergunakan untuk resensi pemikiran kartini yang saya kirim ke koran setempat, nanti saya share buku dalam bentuk pdf nya bagi yang tertarik untuk memilikinya.


